Awal Ramadan, Tim Jogoboyo 97 Polrestabes Surabaya Ungkap Serangkaian Kasus Kriminal

oleh -142 Dilihat
Terlibat tawuran, 6 pemuda berusia 14-24 tahun berhasil diamankan polisi.

SURABAYA, AIANews.id – Program Jogoboyo 97 Polrestabes Surabaya yang digagas oleh Kapolrestabes Kombespol Luthfie Sulistiawan menunjukkan hasil signifikan dalam menjaga keamanan kota selama bulan Ramadan.

Dalam waktu singkat, tim ini berhasil mengungkap beberapa kasus kriminal, mulai dari penggelapan motor, tawuran antargangster, dan perang sarung yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

Dalam kasus penggelapan motor, seorang pria berinisial AN (43), warga Kapas Kampung ditangkap karena nekat membawa kabur sepeda motor milik temannya, HS (45).

Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Genteng. Saat korban bertemu pelaku di Taman Apsari pada Minggu, 2 Maret 2025 sekitar pukul 02.00, Tim Jogoboyo 97 yang sedang berpatroli segera mengamankan pelaku beserta barang bukti.

“Kami mengapresiasi respons cepat anggota, terutama dalam menjaga keamanan selama Ramadan,” kata Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Teguh Santoso, Senin, 3 Maret 2025.

Tidak hanya itu, Tim Jogoboyo 97 juga berhasil menggagalkan aksi tawuran antara dua kelompok gangster. Yakni, Bhezeck Surabaya dan Remaja 09 Selatan Surabaya di Jalan Wiyung pada Senin, 3 Maret 2025 sekitar pukul 01.00.

6 pemuda berusia 14 hingga 24 tahun berhasil diamankan beserta barang bukti seperti sepeda motor, ponsel, dan bendera gangster. Seluruh pelaku dan barang bukti diserahkan ke Polsek Wiyung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami minta masyarakat lebih waspada dan melaporkan kepada kami apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” jelas Teguh.

Selang 2 jam, tim kembali membubarkan perang sarung yang berujung tawaruan. Lokasinya di Jalan Pregolan.

Dari peristiwa ini, 10 anak berusia 15 hingga 16 tahun yang terlibat tawuran diamankan. Berikut barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian berupa sarung berisi batu, celurit, balok kayu, dan sepeda motor.

Baca Juga:  Patrick Kluivert Resmi Jadi Juru Taktik Garuda, Janjikan Sepak Bola Menyerang

“Para pelaku telah diserahkan ke Polsek Sawahan untuk pembinaan lebih lanjut,” tandas Teguh.

Teguh menegaskan bahwa patroli rutin yang dilakukan Tim Jogoboyo 97 akan terus diintensifkan. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama selama bulan Ramadan.

Menurutnya, pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kriminal untuk meresahkan warga. Selain itu, polisi turut mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan kejadian mencurigakan.

“Dengan adanya program Jogoboyo 97, diharapkan tingkat kriminalitas di Surabaya dapat ditekan dan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman,” tuntasnya. (dol)