Banjir Surabaya, Kata Wali Kota karena Curah Hujan Ekstrem dan Pasang Surut Sebabkan Genangan Luas

oleh -1161 Dilihat
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meninjau lokasi banjir di daerah Jemursari bersama Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto.

Surabaya, AIANews.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya selama empat jam pada Selasa (24/12) sore hingga petang menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah wilayah, terutama di Surabaya Selatan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, langsung turun tangan memimpin penanganan bencana dengan mengerahkan 25 mobil pemadam kebakaran dan 30 mobil Dinas Lingkungan Hidup untuk menyedot air.

Wali Kota Eri menjelaskan bahwa banjir ini merupakan akumulasi dari beberapa faktor.  Pertama, curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung lama, tidak hanya di Surabaya, tetapi juga di daerah hulu seperti Jombang dan Mojokerto, menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.

Sungai-sungai di Surabaya, termasuk Kali Surabaya dan Kali Jagir, meluap karena tidak mampu menampung volume air yang besar.  “Tinggi air di rumah pompa mencapai 185 meter, sebuah rekor di Surabaya,” ujar Wali Kota Eri.

Faktor kedua adalah pasang surut air laut yang diperkirakan oleh BMKG.  Kondisi ini semakin memperparah situasi karena saluran drainase kewalahan mengalirkan air ke sungai dan laut yang sudah penuh.  “Saluran-saluran terhambat, sehingga air meluap,” tambah Wali Kota Eri.

Banjir terparah terjadi di Surabaya Selatan, meliputi Jemursari, Prapen, Karah, dan Gayungsari, akibat sungai Prapen yang meluap.  Namun, Wali Kota Eri memastikan bahwa genangan akan surut dalam waktu singkat berkat upaya penyedotan air secara maksimal.  “Alhamdulillah, setelah hujan reda, Kali Surabaya dan Kali Jagir mulai mengalir lancar, dan air perlahan surut,” katanya.

Wali Kota Eri menekankan pentingnya sistem drainase terkoneksi yang dimiliki Surabaya dalam mempercepat proses surutnya genangan.  Ia juga meminta doa agar Kali Surabaya dan Kali Jagir tidak kembali meluap, mengingat kedua sungai tersebut juga menampung air kiriman dari daerah hulu.  Ia optimistis banjir tidak akan berlangsung selama dua atau tiga hari. (alm)

Baca Juga:  Hadapi Lonjakan Aktivitas Jelang Idulfitri, TPS Siapkan Strategi

No More Posts Available.

No more pages to load.