BBKK Surabaya Siagakan Armada Ambulans dan Tim Medis 24 Jam Demi Arus Mudik 2026

oleh -50 Dilihat
BBKK Surabaya telah memobilisasi personel tambahan guna memperkuat lini depan pelayanan.

SURABAYA,AIANews.id — Menyusul operasional posko kesehatan di berbagai titik keberangkatan, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memastikan seluruh armada ambulans dan tim medis bersiaga penuh selama 24 jam.

Langkah ini diambil untuk menjamin respon cepat terhadap kondisi darurat medis yang dialami pemudik di terminal, bandara, maupun pelabuhan.

​Hingga pertengahan Maret 2026, intensitas pergerakan penumpang di Bandara Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak mulai menunjukkan kenaikan. Menanggapi hal tersebut, BBKK Surabaya telah memobilisasi personel tambahan guna memperkuat lini depan pelayanan.

​Respon Cepat dan Fasilitas Lengkap
​Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat.

​”Kami tidak hanya menyediakan tempat istirahat, tapi juga unit gawat darurat bergerak. Setiap ambulans kami dilengkapi dengan peralatan medis standar internasional untuk menangani kondisi krisis di lapangan sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelas Rosidi.

​Fasilitas yang tersedia di posko kesehatan meliputi: ​Pemeriksaan Tanda Vital: Cek tekanan darah, suhu tubuh, dan kadar gula darah.

​Konsultasi Medis: Layanan tanya jawab langsung dengan dokter jaga.
​Obat-obatan Darurat: Penyediaan obat gratis untuk keluhan ringan selama perjalanan. ​Rujukan Cepat: Ambulans yang siap meluncur jika ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

​Fokus pada Penyakit Tidak Menular dan Kelelahan ​Berdasarkan evaluasi lapangan, banyak pemudik yang memaksakan diri berangkat dalam kondisi kurang fit.

Hipertensi masih menjadi temuan tertinggi di posko kesehatan, disusul oleh gangguan lambung akibat pola makan yang tidak teratur selama persiapan mudik.

​”Banyak pemudik yang terlalu bersemangat sehingga mengabaikan waktu istirahat. Kami hadir untuk mengingatkan bahwa tubuh memiliki batas. Jika merasa pusing atau mual, segera mampir ke posko kami di Bandara atau Pelabuhan, jangan ditunda,” tambah Rosidi.

Baca Juga:  Kapolres Tulungagung Resmikan Masjid Nurul Islam di Polsek Karangrejo

​BBKK Surabaya juga mempererat kerjasama dengan otoritas bandara (Angkasa Pura) dan pelabuhan (Pelindo) untuk memastikan alur evakuasi medis tidak terhambat oleh kepadatan antrean penumpang. Edukasi mengenai protokol kesehatan juga terus disiarkan melalui layar-layar digital di area tunggu.

​Dengan kesiapan infrastruktur dan personel yang matang, BBKK Surabaya optimis dapat menekan risiko gangguan kesehatan selama masa mudik Lebaran 2026, sehingga masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat walafiat.(mtr)