SURABAYA, AIANews.id – Di tengah ketatnya persaingan bisnis di Indonesia, Direktur Utama PT Bizza Kurnia Multindo Sidoarjo, Puguh Kurniawan, S.E., berhasil menuntaskan studi dan meraih gelar Magister Manajemen.
Keberhasilan ini tak lepas dari bimbingan intensif dari seorang akademisi terkemuka, Dr. Rukin, S.Pd., S.H., M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Modern Al Rifa’ie Indonesia (UMAIN) Malang.
Dr. Rukin, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi, telah membuktikan bahwa perannya sebagai seorang pendidik lebih dari sekadar mengajar di ruang kelas.
Ia menjadi mentor yang menuntun para mahasiswanya, termasuk para profesional seperti Puguh, untuk mencapai potensi terbaik mereka.
“Puguh selalu membawa perspektif dunia bisnis yang memperkaya dinamika diskusi akademik,” ungkap Dr. Rukin pada hari Rabu, 10 September 2025.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara dunia usaha dan pengetahuan yang terjalin selama proses bimbingan sangatlah penting.
Tesis Puguh, yang berjudul “Analisis Kualitas Produk, Nilai Pelanggan, Kepuasan Pelanggan serta Pengaruhnya terhadap Loyalitas Pelanggan,” menjadi bukti nyata bagaimana ilmu dapat menjadi fondasi kokoh bagi sebuah bisnis.
“Tesis ini diharapkan dapat membuat PT Bizza Kurnia Multindo semakin tangguh dan berdaya saing,” ujar Dr. Rukin.
Pencapaian Puguh Kurniawan menunjukkan bahwa kesibukan sebagai pemimpin perusahaan bukanlah halangan untuk terus menuntut ilmu. Baginya, pendidikan adalah investasi terbesar.
Dr. Rukin adalah gambaran seorang pemimpin yang tidak mengejar sorotan, tetapi justru menjadi sumber cahaya bagi banyak orang.
Di balik senyumnya yang tenang dan tutur katanya yang lembut, tersimpan tekad besar untuk melahirkan generasi tangguh yang akan membawa bangsa ini melangkah maju.
Ia tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga menanamkan nilai di hati setiap mahasiswanya. Seperti matahari yang setia terbit setiap pagi, kiprahnya hadir tanpa pamrih, memberi terang dan arah.
Nama Dr. Rukin, S.Pd., S.H., M.Si., kini bukan hanya sekadar gelar akademik atau jabatan rektorat, melainkan simbol harapan bahwa seorang guru, dengan dedikasi dan cinta ilmu akan mampu membentuk masa depan bangsa yang lebih bermartabat.
“Gelar ini bukan puncak pencapaian, melainkan langkah awal untuk memperkuat strategi bisnis dengan inovasi dan data,” tutur Puguh.
Sementara itu, Dr. Rukin dikenal sebagai “akademisi tanpa batas waktu.” Di tengah jadwalnya yang padat, ia tetap berkomitmen penuh dalam membimbing para tokoh muda. Baginya, pendidikan adalah sebuah misi hidup.
“Pendidikan harus melahirkan pemimpin yang berkarakter, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global,” tegasnya.
Kisah Puguh dan Dr. Rukin mencerminkan hubungan antara dosen dan mahasiswa yang produktif, yang didasari oleh disiplin, dedikasi, dan bimbingan yang tulus.
Kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan gelar, tetapi juga membentuk fondasi kepemimpinan modern yang berbasis ilmu pengetahuan.(alm)



