Demo Sopir Truk di Kantor Gubernur Jatim: Keranda Dibakar, Botol Melayang, Tuntutan Terus Menggema

oleh -208 Dilihat
Aksi bakar keranda di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, di Jalan Pahlawan.

SURABAYA, AIANews.id – Massa sopir yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan di sekitar Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Kamis malam (19/6/2025).

Aksi unjuk rasa ini salah satunya dilandasi kekesalan mendalam terhadap kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL). Suasana sempat memanas dengan insiden pembakaran keranda dan pelemparan botol ke arah petugas yang melakukan pengamanan di Kantor Gubernur Jatim.

Keranda yang dibakar massa menjadi simbol kekecewaan para sopir terhadap nasib mereka yang merasa terpinggirkan. Tak hanya itu, ketegangan juga sempat terjadi ketika beberapa oknum massa melemparkan botol minum plastik ke arah petugas keamanan yang berjaga.

Beruntungnya, situasi tidak berlanjut ricuh. Orator aksi dengan sigap mengambil alih pengeras suara, menegaskan bahwa aksi ini harus berlangsung damai dan tanpa anarkisme.

“Tahan! kawan-kawan. Kalau ada yang anarkis, tangkap saja, kita berikan kepada pihak kepolisian,” tegas sang orator, meredakan suasana.

Diiringi dentuman musik dari mobil komando yang mengetarkan gendang telinga, semangat para sopir terus membara. Orator bahkan menyatakan kesiapan mereka untuk bermalam di depan kantor gubernur jika tuntutan mereka tidak diakomodasi hingga malam nanti.

“Apakah kawan kawan tetap bertahan di sini, ” teriak orator disambut teriakan setuju dari ribuan massa aksi.

Aksi ini merupakan puncak dari kekesalan para sopir terhadap kebijakan ODOL yang selama ini dianggap merugikan mereka. Lebih dari sekadar menuntut penghentian operasi ODOL, para sopir GSJT menuntut adanya regulasi yang jelas mengenai tarif angkutan logistik dan jaminan perlindungan hukum bagi mereka.

Para sopir berharap pemerintah segera merespons tuntutan mereka demi terciptanya keadilan dan kepastian dalam pekerjaan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, ribuan sopir bersama puluhan truknya masih bertahan, memadati Jalan Pahlawan dengan dentuman musik dari pengeras suara yang terus menyemangati aksi mereka. (alm)

Baca Juga:  Memaknai Merdeka Belajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus: Sebuah Pendekatan yang Lebih Inklusif