Gedung Baru Kantor Pertanahan Kota Surabaya II Selesai Dibangun Siap Tingkatkan Kualitas Layanan

oleh -326 Dilihat
Gedung baru kantor pertanahan Kota Surabaya II yang selesai pembangunannya.

SURABAYA,AIANews.id –  Kabar gembira bagi masyarakat Surabaya Gedung baru Kantor Pertanahan Kota Surabaya II yang berlokasi di Jalan Medokan Sawah Gang Masjid telah rampung pembangunannya.

Proyek senilai Rp 8,9 miliar ini dikerjakan oleh CV. Al-Fath dan diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas layanan pertanahan di kota ini.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung ini dilakukan pada 18 Juli 2024 oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur, Lampri, A.Ptnh, SH, MH.

Dengan selesainya proyek ini, masyarakat Surabaya kini dapat menikmati layanan pertanahan yang lebih cepat, efisien, dan transparan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan gedung BPN Surabaya 2, Agustinus, menyampaikan rasa syukur atas selesainya proyek ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung ini.

Kerja sama yang baik antara PPK, penyedia jasa, dan konsultan pengawas menjadi kunci keberhasilan proyek ini,” ujarnya.

Agustinus juga menambahkan bahwa gedung baru ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tahun 2024.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan fasilitas yang lebih representatif dan modern,” tegasnya.

Project Manager CV. Alfatih, Hari Wahyudi, juga menjelaskan, “Kami merasa bangga dapat dipercaya untuk mengerjakan proyek ini. Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan kualitas dan ketepatan anggaran,” ungkapnya.

Bahwa proyek ini memiliki masa pengerjaan 169 hari kalender, dengan lingkup pekerjaan mencakup pembangunan struktur utama dan fasad gedung.

“Kami juga berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan kualitas dan ketepatan anggaran,” ungkap nya.

Selama proses pembangunan, berbagai tantangan dihadapi, termasuk faktor cuaca dan koordinasi teknis. Namun, dengan kerja sama yang solid antara semua pihak, proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu.

Baca Juga:  Masjid Terbesar di Atas Mal Ini Bisa Tampung 14 Ribu Jemaah

Efisiensi Anggaran dan Manfaat Jangka Panjang.

Agustinus menjelaskan bahwa efisiensi anggaran menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan gedung ini

“Kami berupaya agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Efisiensi anggaran diwujudkan melalui pemilihan material berkualitas dengan harga terjangkau, manajemen waktu yang ketat, dan pengawasan yang intensif.

“Dengan pengawasan yang ketat, potensi penyimpangan atau inefisiensi dapat ditekan, sehingga anggaran digunakan sesuai perencanaan,” jelas Agustinus.

Dampak Jangka Panjang Dengan tersedianya fasilitas yang lebih baik, masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan nyaman, sehingga meningkatkan kepuasan publik terhadap layanan pertanahan.

Namun, dalam perencanaan ke depan, dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat diperkirakan akan menyebabkan tertundanya pekerjaan tahap berikutnya dari pembangunan Gedung BPN Surabaya II pada tahun 2025.

Masyarakat berharap agar gedung baru ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan terus diawasi agar pelayanan pertanahan semakin profesional dan transparan.

Dengan fasilitas yang lebih modern, masyarakat diharapkan dapat mengurus berbagai keperluan administrasi pertanahan dengan lebih mudah dan cepat.(mhr)