SURABAYA,AIANews.id – Musim haji selalu membawa harapan bagi umat Muslim yang merindukan Baitullah. Di tengah antusiasme, opsi haji furoda atau haji non-kuota menjadi pilihan bagi sebagian calon jamaah yang ingin berangkat lebih cepat. Namun, penting bagi mereka untuk memahami betul risiko yang menyertainya, terutama terkait penerbitan visa.
Drs. H. Ahmad Bajuri, M.Ag., seorang tokoh berpengalaman di bidang perjalanan haji dan umrah, memberikan pandangannya. Beliau yang merupakan Ketua FK Patuh (Forum Komunikasi Pengusaha Travel Umroh Haji) Jawa Timur dan Direktur Utama PT Bakkah Travel Haji Umrah, serta mantan wartawan selama 25 tahun, menekankan pentingnya pengetahuan dan keikhlasan bagi calon jamaah haji furoda.
“Orang yang memilih haji furoda seharusnya sudah tahu bahwa ada risiko tidak terbit visa, sehingga harus tahu bahwa ada kemungkinan tidak berangkat,” ujarnya, pada hari Minggu 1 Juni 2025.
Beliau menambahkan bahwa jika pada akhirnya kepastian tidak berangkat sudah di tangan, maka calon jamaah harus dapat menerima dengan ikhlas. “Karena menjadi tamu Allah itu bergantung takdir. Jika belum takdir, maka tidak mungkin bisa berangkat,” tegasnya.
Juga menyarankan agar calon jamaah yang sudah pasti tidak berangkat segera datang atau meminta informasi mengenai solusi yang ditawarkan. “Bagaimana perjanjiannya, apakah uang kembali 100% ataukah dipotong berapa?” tanyanya, mengingatkan pentingnya komunikasi dan kejelasan dalam setiap kesepakatan.
Ustad Bajuri menyimpulkan bahwa ibadah haji adalah panggilan bagi yang mampu dan ditentukan oleh takdir Allah.
“Jika belum ada takdir Allah, maka tetap tidak bisa berangkat. Ikhlas saja, pasti pahalanya sangat besar,” pesan beliau, menekankan nilai spiritual di balik setiap niat dan upaya untuk beribadah.
Drs. H. Ahmad Bajuri M.Ag.mengatakan, “kepada calon jamaah haji furoda adalah untuk selalu bersikap realistis dan berprasangka baik kepada Allah. Niat suci untuk beribadah sudah mendapatkan pahala yang besar, bahkan sebelum kaki melangkah ke Tanah Suci. Memahami risiko adalah bentuk kesadaran, dan keikhlasan adalah kunci ketenangan hati, “katanya.
“Jangan sampai harapan yang tinggi tanpa diiringi pemahaman risiko justru menimbulkan kekecewaan yang berlarut-larut. Komunikasikan dengan travel Anda, pahami hak dan kewajiban, dan serahkan sisanya kepada takdir terbaik dari Allah SWT,” tutupnya. (alm)



