HJKS ke-732, Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Perkuat Gotong Royong dan Kekeluargaan Untuk Atasi Tantangan Kota

oleh -237 Dilihat
HJKS ke-732, Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Perkuat Gotong Royong dan Kekeluargaan untuk Atasi Tantangan Kota.

SURABAYA,AIANews.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak seluruh warga Kota Pahlawan untuk meningkatkan rasa gotong royong dan mempererat tali kekeluargaan. Ajakan ini disampaikan secara langsung usai Upacara Resepsi Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 di Halaman Balai Kota, Sabtu (31/5/2025).

Menurut Wali Kota Eri, dukungan dan rasa kebersamaan dari seluruh lapisan masyarakat merupakan kunci utama bagi Surabaya dalam menuntaskan berbagai persoalan perkotaan. Tantangan seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga masalah anak putus sekolah, diyakininya dapat diatasi dengan semangat kolektif.

“Saya matur nuwun kepada seluruh elemen yang ada di Kota Surabaya. Apakah itu pengusahanya, apakah itu warganya, ataukah perguruan tingginya dan semua elemen,” ujar Wali Kota Eri.

“Karena dengan kebersamaan ini kemiskinan Surabaya turun menjadi 3,9 persen, terendah sejak sebelum masa Covid-19, kita lebih rendah hari ini. Pengangguran terbuka terendah karena hari ini kita mencapai 4,91 persen, bahkan stunting kini menjadi 1,6 persen,” paparnya.

Eri yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini menegaskan bahwa capaian-capaian tersebut adalah buah dari kerja keras sinergis antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan seluruh elemen warga.

“Karena yang membangun Surabaya ini bukan wali kota, bukan jajaran pemerintah kota saja, tapi seluruh elemen masyarakat. Seperti yang saya sampaikan, wali kota memimpin hanya 10 tahun, birokrasi hanya 60 tahun, tapi warga yang punya rumah ini (Surabaya),” jelasnya.

Dalam momentum peringatan usia baru Kota Surabaya, Eri mendorong seluruh komponen masyarakat untuk turut aktif dalam meningkatkan kualitas layanan publik, fasilitas umum, serta bersama-sama memberantas praktik pungutan liar. Ia berpendapat bahwa tolok ukur kepuasan layanan publik tidak hanya dinilai dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari kebersamaan dan kerukunan warganya.

Baca Juga:  Sejak Start Hingga Finish, Polres Pasuruan Sukses Mengawal Kelancaran Aksi Buruh

“Kalau yang bergerak itu hanya wali kotanya, lalu wali kotanya terkenal, tapi kepuasan masyarakat terhadap Pemkot Surabaya itu jelek, maka itu adalah kegagalan kita. Tapi kalau berimbang antara kepuasan masyarakat dengan pemerintahnya, dan wali kotanya, maka alhamdulillah sistem pemerintahan ini berjalan,” tutur Eri.

Lebih lanjut, Eri mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi dengan memberikan saran, masukan, hingga berani mencegah aksi premanisme dan memberantas juru parkir (jukir) liar. “Ayo bergerak bersama Surabaya. Hari ini masih ada yang katanya jukir liar, maka ayo kita lawan. Kemudian ada premanisme, ayo kita lawan, nggak bisa hanya mengandalkan satu atau dua orang,” serunya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini juga menyoroti upaya berkelanjutan dalam mengatasi pengangguran terbuka, dengan target menurunkannya hingga di bawah angka 3 persen melalui program Padat Karya dan bursa kerja ASSIK (Arek Suroboyo Siap Kerja).

Namun, Eri menekankan bahwa program-program tersebut diprioritaskan bagi warga yang telah lama berdomisili di Surabaya.

“Karena itu saya mohon maaf ya kepada warga non-Surabaya yang pindah ke Surabaya dan dapat KTP sejak tahun 2022. Saya tidak bisa menghitung mereka yang punya KTP di 2022 meminta pekerjaan, meminta apa kami mohon maaf. Karena saya akan mengutamakan dulu orang Surabaya. Menggunakan kekuatan APBD Surabaya, Padat Karya, itu untuk warga Surabaya,” tegasnya, seraya menyebutkan adanya kenaikan jumlah penduduk yang signifikan dari luar kota.

Upaya pengentasan kemiskinan juga menjadi fokus utama, salah satunya melalui program beasiswa S1 gratis untuk keluarga miskin dan pra miskin.

“Kami punya program satu keluarga miskin, satu sarjana. Karena kami berharap, dan ingin warga miskin tidak lagi menjadi miskin, itu yang menjadi target kami,” katanya.

Baca Juga:  ARTOTEL TS Suites Surabaya Sajikan INFINITE COLOR Apresiasi Seni dan Inklusi untuk Anak-Anak Hebat

Sebagai penutup, Eri Cahyadi berharap agar ke depan warga Surabaya semakin sejahtera, guyub, dan rukun. “Saya selalu mengajak warga untuk saling tolong menolong dalam kebaikan, jangan sampai berteman, bersaudara, bekerja, dan bertetangga itu merasa paling hebat, kuat dan pintar. Karena Surabaya ini dibangun dengan rasa kekeluargaan yang kuat biasa dan tolong menolong,” pungkasnya. (alm)