Identitas Mayat Wanita Dalam Koper Di Ngawi Terungkap, Keluarga Minta Pelaku Ditangkap

oleh -145 Dilihat
Uswatun Khasanah diduga korban mutilasi yang jasadnya dibuang ditempat sampah Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Ngawi,AIANews.id – Identitas dan keluarga mayat wanita dalam sebuah koper di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi terungkap. Ayah tiri korban, Hendi Suprapto (42) warga Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, mendatangi RSUD dr. Soeroto Ngawi, Jumat (24/1).

Kedatangannya ingin memastikan kejelasan tentang penemuan mayat wanita dalam sebuah koper. Ternyata, korban adalah keluarganya. Hal itu setelah meyakinkan dengan ciri – ciri gelang di tangan kanan, sandal dan tindik di pusar.

Identisas korban mutilasi tersebut diketahui bernama Uswatun Khasanah (29) warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum Blitar. “Jadi 90 persen dari ciri – ciri tersebut korban adalah keluarga kami,” ungkap Hendi.

Hendi menjelaskan, korban meninggalkan rumah sejak Jumat (17/1) dan terakhir saya hubungi pada Selasa (22/1) kemarin tidak dapat dihubungi termasuk di whatsapp hanya centang satu. Untuk pertama kali mengetahui kabar korban tersebut tadi malam di datangi anggota Polsek Blitar.

Korban sendiri bekerja di Tulungagung dan memiliki dua anak laki – laki dan perempuan yang masih anak – anak dan korban merupakan seorang janda.

“Tentunya kami sangat terpukul sekali melihat kabar tersebut dan berharap anggota tubuh yang hilang segera diketemukan serta pelaku segera ditemukan karena hal ini sangat tidak manusiawi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ana Yulianti (29) warga Desa Pucungsari Kidul, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar pengasuh anak korban merasa kaget dan sedih sekali adanya kejadian ini setelah di datangi dari petugas Polres Blitar. Saya merupakan orang yang mengasuh anak korban yang berusia 7 tahun dan 10 tahun.

Saya bertemu terakhir dengan korban pada hari Jumat yang lalu secara langsung dan hanya ngobrol basa basi saja dan tidak ada kata – kata pesan. Korban keluar pada Jumat itu membawa sepeda motor.

Baca Juga:  Kelompok Kerja Madrasah Jawa Timur Nyatakan Dukungan Penuh untuk Paslon Calon Gubernur Risma-Gus Hans

“Pamit dari rumah akan pergi ke luar kota jam 21.00, namun tidak menyebutkan ke kota mana,” ujarnya. (alm).