Jangan Sampai Blunder! Ini Jurus Ampuh Jemaah Haji RI Tak Tersesat dengan Bus Shalawat di Tanah Suci

oleh -66 Dilihat

Makkah, AIANews.id –— Pemerintah Indonesia sigap memanjakan jemaah haji dengan fasilitas transportasi prima: bus shalawat yang setia mengantar 24 jam penuh Armada ini menghubungkan hotel-hotel tempat jemaah beristirahat dengan tiga terminal strategis di jantung Makkah, tak jauh dari Masjidil Haram (Syib Amir, Jabal Ka’bah, Ajyad).

Tujuannya satu, memastikan ibadah umrah wajib dan salat lima waktu berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Dengan peta rute yang detail mencakup 27 jalur berbeda dan 95 halte yang tersebar, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah memikirkan segalanya demi kemudahan mobilitas para tamu Allah.

Namun, agar perjalanan dengan bus shalawat ini benar-benar mulus dan bebas drama nyasar, Kepala Bidang (Kabid) Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni, membagikan sejumlah kiat jitu yang sayang untuk dilewatkan.

“Kunci utama agar tidak salah naik atau bahkan tersesat adalah mengenali rute bus shalawat yang mengarah ke hotel atau area tempat tinggal masing-masing jemaah,” tegas Mujib di Makkah, Senin 12 Mei 2025.

Lebih lanjut, Mujib menekankan pentingnya kartu bus shalawat. “Setiap jemaah akan dibekali kartu yang mencantumkan nomor rute bus. Tempelkan kartu ini di tempat yang mudah terlihat, misalnya di tas dokumen,” sarannya.

Saat berada di halte, jemaah juga diimbau untuk memperhatikan dengan saksama tulisan yang tertera di badan bus.

“Pastikan bus yang Anda tunggu di halte terdekat memiliki tulisan terminal dan nomor rute yang sesuai dengan kartu bus Anda,” jelas Mujib.

Namun, jika kebingungan melanda, jangan panik! Mujib menyarankan untuk segera mencari bantuan petugas haji Indonesia.

“Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas dan memperlihatkan kartu bus Anda. Mereka akan dengan senang hati membantu mengenali rute dan mengarahkan Anda ke bus yang tepat,” sambungnya.

Baca Juga:  Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur Dampingi Gubernur Kofifah Serahkan Sertipikat Wakaf

Mujib meyakinkan bahwa penataan rute bus shalawat telah dirancang sedemikian rupa untuk meminimalisir risiko tersesat.

“Tidak ada rute yang tumpang tindih atau halte dengan banyak rute sekaligus,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para ketua kloter untuk terus mengingatkan jemaahnya agar selalu membawa kartu bus, kartu nusuk, serta gelang haji sebagai identitas resmi.

Sebagai informasi tambahan, bus shalawat yang siap melayani jemaah dilengkapi dengan fasilitas AC yang nyaman dan mampu menampung sekitar 70 penumpang.

Kabar baiknya, bus khusus (inklusi) juga telah disiapkan untuk melayani jemaah yang memiliki kebutuhan khusus.

Dengan persiapan matang dan tips yang diberikan, diharapkan perjalanan ibadah haji jemaah Indonesia di Tanah Suci akan semakin lancar dan berkesan.(alm)