Jelang Peringatan Hari AIDS, Ini Pesan Kadinkes Jatim

oleh -545 Dilihat
Jelang Peringatan Hari AIDS, Ini Pesan Kadinkes Jatim.

Surabaya,AIANews.id – Menjelang peringatan Hari AIDS sedunia yang akan jatuh pada 1 Desember besok serta Hari Kesehatan ke-60, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menggelar sejumlah kegiatan, diantaranya fun run 3,5 KM yang diikuti pegawai dinkes serta sejumlah rumah sakit pemerintah se Jatim, serta fun futsal, Sabtu 30 November 2024.Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jatim Prof Dr Erwin Astha Triyono SpPD KPTI mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak di Hari Kesehatan ke-60 tahun ini.

“Atas kontribusi sejumlah pihak kami ucapkan terimakasih sehingga bermanfaat terhadap derajat kesehatan masyarakat khususnya unsur pentahelik, forkopimda, dinkes kota/kabupaten, TNI, akademisi, institusi pendidikan dan media perannya sangat luar biasa,” ungkap Erwin.

Kebetulan di peringatan Hari Kesehatan tahun ini mengmbil tema Gerak Bersama, Sehat Bersama dimana pihaknya tanpa henti melakukan sosialisasi bagaimana agar masyarakat selalu hidup sehat.

“Artinya upayakan dalam sehari 30 menit intuk bergerak atau olahraga, kemudian juga jangan lupa skrining kesehatan dengan memanfaatkan aset faskes. Pola makan juga harus sehat dengan selalu makan sayur, buah dan protein,” imbuhnya.

Saat ini konsumsi masyarakat kita lebih banyak dipengaruhi oleh makanan cepat saji, dan ini sangat membahayakan. Minimal kita makan protein seperti telur dalam sehari satu kali.

“Main gadget silakan tapi tetap harus berkegiatan olahraga. Pola hidup sehat jadi isu terbaik kita,” imbaunya.

Erwin mengatakan di peringatan Hari Kesehatan selain menggelar fun run juga futsal, ini juga mengandung makna mendalam, karena kalau lari kan hanya untuk diri sendiri, namun kalau sepak bola atau futsal merupakan olahraga tim.

“Kenapa, karena sepak bola buat kita tim work yang baik berlatih untuk bekerjasama,” jelasnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Resmikan Pasar Godean di Sleman Yang Berkonsep Green Building

Sementara di peringatan Hari AIDS Erwin tidak ingin hanya sekadar dirayakan dengan seremonial belaka namun teyap memberikan semangat kepada pasien untuk sehat.

“Eman-eman (disayangkan, red) kalau peringatan Hari AIDS hanya dengan ketidakberdayaan. Kita harus tunjukkan kalua nggak ada stigma dan mereka bisa hidup normal dengan sejumlah akses terbaik yang kita berikan,” tuturnya.

Dipesankan Erwin juga agar jangan ada pembedaan baik itu dalam pendidikan, pekerjaan, kita kasih motivasi untuk berobat teratur.

“Bagi kami satu isu, HIV tidak beda dengan penyakit lain dan pemenangnya adalah siapa yang mau berobat teratur. Ayo jangan kasihani orang-orang HIV tapi beri akses yang sama,” paparnya.

“Kuncinya satu, yang belum kena jangan sampai kena dan yang sudah kena pemerintah telah siapkan pengobatan gratis. Jangan berhubungan seks berisiko dan jangan gunakan narkoba suntik. Kalau dua hal itu dihindari dijamin tak akan kena,” pungkas Prof Erwin.

Dalam kesempatan itu juga hadir M, pasien HIV yang hingga belasan tahun bisa hidup normal dan melakukan aktivitas di masyarakat, iapun sempat bertestimoni atas kondisinya saat ini.

“ODHIV bukan akhir segalanya, dukungan keluarga serta minum obat secara rutin seperti saya bisa bertahan hingga 16 tahun, jauhi virusnya dan bukan orangnya,” ungkap wanita berhijab itu penuh semangat. (alm)

No More Posts Available.

No more pages to load.