230 SDM Kesehatan Teladan Terima Penghargaan dari Kemenkes.
Jakarta,AIAnews.id – Apresiasi ini kami berikan atas dedikasi dan sumbangsih yang telah diberikan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia,” ujar Menkes Budi melalui keterangan resminya pada Rabu 14 Agustus 2024.
Menkes Budi berharap bahwa penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak, khususnya tenaga medis, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan, untuk terus menjadi inspirasi serta teladan bagi SDM Kesehatan di seluruh pelosok Indonesia.
“Saya berharap ini menjadi motivasi untuk teman-teman. Mari kita mengabdi kepada masyarakat di sisa usia kita agar masyarakat bisa sehat, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” lanjutnya.
Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes, Arianti Anaya, menjelaskan bahwa penganugerahan ini mengusung tema “Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan serta Kader Berprestasi Mengabdi untuk Negeri, Menuju Indonesia Emas 2045”.
Tema ini bertujuan untuk memberikan penghargaan atas pengabdian, prestasi kerja, inovasi, dan peran aktif para SDM kesehatan dalam mendorong keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.
Arianti juga menambahkan bahwa apresiasi ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi, kinerja, dan retensi dari tenaga medis dan tenaga kesehatan di tempat pengabdiannya, terutama di daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan, dan daerah terpencil.
Penghargaan SDM Kesehatan 2024 ini diberikan kepada 230 orang yang terbagi dalam beberapa kategori. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Kategori Inovasi: 47 orang (terdiri dari 19 tenaga medis dan 28 tenaga kesehatan).
Kategori Pengabdian DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Terluar): 68 orang (terdiri dari 23 tenaga medis layanan primer, 28 tenaga kesehatan layanan primer, 8 tenaga medis layanan rujukan, dan 9 tenaga kesehatan layanan rujukan).
Kategori Pengabdian Tanpa Batas: 49 orang (terdiri dari 14 tenaga medis dan 35 tenaga kesehatan).
Kategori Penanganan Tanggap Darurat Bencana: 5 orang.
Selain itu, pada tahun 2024 ini, Kemenkes juga memberikan penghargaan kepada 11 orang penerima Excellent Award, 38 orang kader berprestasi, 2 orang penerima penghargaan “In Memoriam”, dan 10 orang dosen berprestasi.
Arianti menekankan bahwa proses penilaian untuk para penerima penghargaan telah dilakukan secara adil dan transparan dengan melibatkan juri dari luar Kemenkes.
Proses pengajuan kandidat juga diusulkan dari tingkat bawah, sehingga memastikan bahwa proses seleksi ini terbuka dan bebas dari nepotisme.(alm)



