Khofifah Dorong Alumni UNAIR Jadi Kekuatan Strategis

oleh -10 Dilihat

Aianews.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh alumni UNAIR memperkuat jejaring lintas sektor dan negara.

Khofifah menegaskan, keberadaan IKA UNAIR tidak boleh sekadar menjadi organisasi alumni, tetapi harus mampu tampil lebih fungsional dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah hingga tingkat global.

Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahmi bersama IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (10/8) malam.

“Pokoknya kita ini menanam, menanam, menyiram, menyiram. Insya Allah pada saatnya nanti akan panen. Kalau bukan kita yang panen tentu nanti akan ada yang memanen. Artinya hadirnya kita, kerja kita Insya Allah dapat memberikan manfaat,” kata Khofifah.

Menurutnya, forum alumni bukan sekadar ruang untuk bertemu dan bernostalgia. Lebih dari itu, forum tersebut harus menjadi wadah bertukar gagasan, membangun kolaborasi, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

“Semakin banyak kontribusi yang diberikan, maka background akademik juga akan terbawa. Bagaimana IKA UNAIR mengambil peran, maka UNAIR pun akan teridentifikasi,” ujarnya.

Khofifah menyebut alumni memiliki posisi strategis untuk membuka peluang kerja sama antara Jawa Timur dengan daerah tempat mereka berdomisili. Jejaring tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai kolaborasi di sektor ekonomi, pendidikan, pertanian, peternakan hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Sinergi ini menjadi satu hal potensial yang dibutuhkan, tidak hanya memperkuat jejaring tetapi lebih dari itu, membuka pintu kolaborasi untuk pembangunan yang lebih baik,” jelasnya.

Ia juga mengajak alumni UNAIR di Kalimantan Barat tidak ragu mengambil peran di berbagai sektor. Berbagai praktik baik atau best practice yang telah berkembang di Jawa Timur, menurutnya, dapat dikaji dan diterapkan di Kalimantan Barat sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah.

“Beberapa best practice Jawa Timur bisa menjadi satu hal yang dapat dikaji dan direplikasi di Kalimantan Barat jika berkesesuaian,” tuturnya.

Baca Juga:  Triv Group dan Gabriel Rey Borong Lima Penghargaan Bergengsi dalam Setahun, Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Industri Aset Kripto Indonesia

Penguatan jejaring alumni juga diarahkan hingga ke tingkat internasional. Khofifah sebelumnya bertemu dengan IKA UNAIR Chapter Amerika di Grahadi, Rabu (12/8).

Pertemuan tersebut membahas penguatan konektivitas alumni UNAIR dengan berbagai perusahaan besar dunia di Amerika Serikat, termasuk peluang magang dan pengembangan karier bagi alumni.

Khofifah menilai membangun ekosistem alumni berjejaring global memang tidak mudah. Namun, menurutnya, hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan apabila dibangun melalui kultur kolaborasi dan semangat bersama.

“Bahwa untuk bisa mencapai ini tentu tidak mudah, tetapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Ekosistem dan kultur harus dibangun dan dibentuk sehingga semua bisa memiliki semangat yang sama untuk kemajuan pembangunan,” tegasnya.

Melalui jejaring internasional tersebut, IKA UNAIR juga mendorong program pengembangan karier, termasuk kesempatan magang di industri besar Amerika Serikat. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman sekaligus meningkatkan daya saing alumni di pasar kerja global.

“IKA UNAIR juga menjembatani hingga ke luar negeri karena ada lima cabang internasional yang aktif, salah satunya ada di USA yang memfasilitasi untuk bisa magang di industri raksasa Amerika,” terang Khofifah.

Menurutnya, pengalaman internasional yang diperoleh alumni dapat menjadi modal penting ketika kembali ke Indonesia.

Dalam forum bersama IKA UNAIR Kalimantan Barat, sejumlah alumni juga menyampaikan aspirasi mengenai pengembangan karier, khususnya bagi lulusan baru.

Khofifah memastikan IKA UNAIR tidak hanya memperhatikan fresh graduate, tetapi juga mendorong pengembangan karier seluruh alumni melalui berbagai program, mulai uji kompetensi advokasi, fasilitasi persiapan CASN, hingga kesempatan magang dan pengembangan karier di luar negeri.

“Mari saling belajar, saling berbagi pengalaman, terutama untuk memperkuat kualitas SDM. Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah investasi terbaik untuk kemajuan daerah maupun bangsa,” katanya.

Selain pengembangan SDM, Khofifah juga membuka peluang kolaborasi di sektor pertanian dan peternakan.

Baca Juga:  Rayakan 45 Tahun, Santika Hadirkan Promo Menginap

Ia mencontohkan keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementerian Pertanian yang dapat menjadi referensi pengembangan teknologi peternakan di Kalimantan Barat.

“Di Jawa Timur ada Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementan RI untuk sapi. Saya rasa teknologinya sederhana dan bisa dilakukan di sini. Semua bisa diadaptasi di sini, disesuaikan dengan kemampuan daerah,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti capaian UNAIR di tingkat internasional. Berdasarkan QS World University Rankings tahun ini, UNAIR berada di peringkat 276 dunia, meningkat dari posisi 287 pada tahun sebelumnya.

Menurut Khofifah, salah satu faktor penting dalam pemeringkatan tersebut berkaitan dengan reputasi alumni, termasuk employee reputation yang melihat masa tunggu dan gaji pertama lulusan.

Sementara pada 2025, UNAIR juga menempati peringkat kesembilan dunia dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings. UNAIR tercatat sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) versi pemeringkatan tersebut.

Khofifah menilai berbagai capaian itu tidak terlepas dari kontribusi para alumni. Kiprah alumni di berbagai bidang, termasuk kerja sosial dan pengabdian kepada masyarakat, turut memperkuat citra positif almamater.

Karena itu, ia meminta seluruh alumni terus menjaga nama baik UNAIR, memperluas jejaring, menjadi penggerak kolaborasi, menyebarkan narasi positif, serta memberikan kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing.

“Mari kita terus menjaga silaturahmi, memperkuat jejaring, menyebarluaskan informasi positif tentang almamater, bangun kolaborasi lintas daerah, dan memberikan kontribusi nyata melalui pengabdian kita kepada masyarakat di bidang masing-masing,” pungkas Khofifah.

Ia menegaskan, kekuatan terbesar alumni bukan hanya pada jumlah, tetapi pada kemampuan menghubungkan pengetahuan, pengalaman, jaringan dan kontribusi menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mari belajar bersama, mari tumbuh bersama, berkembang bersama dan maju bersama,” tegasnya.