Konsumen Apresiasi Pembelian Pertalite di Jombang Pakai QR Code

oleh -1264 Dilihat
Petugas SPBU di Sumobito Jombang saat memindai QR Code subsidi milik konsumen.

Jombang,AIANews.id –  Pertamina telah memberlakukan aturan untuk pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis pertalite di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk roda empat dengan menggunakan QR Code (quick response code).

NAmun, masih banyak masyarakat yang belum memiliki QR Code tersebut. Seperti halnya di Kabupaten Jombang. Padahal sudah disosialisasikan di SPBU selama 6 bulan. Akibatnya, sejumlah konsumen yang belum memiliki QR Code harus rela membeli BBM jenis pertamax.

Hal itu terlihat di SPBU 54.614.29 Kecamatan Sumobito Jombang. Saat kendaraan jenis Suzuki Carry memasuki SPBU yang berada di jalur alternatif Jombang-Mojokerto hendak mengisi pertalite, petugas SPBU langsung meminta pengemudi untuk menunjukkan barcode subsidi tepat sasaran.

Namun, pengemudi mobil ini menggelengkan kepala. Pasalnya, dia belum memiliki barcode BBM subsidi. Sehingga petugas SPBU pun tidak bisa melayani permintaan pengemudi Carry untuk mengisi pertalite. Kemudian, petugas menyarankan untuk membantu pengendara mobil untuk mendaftar. Namun konsumen tidak mau dan memilih antre di jalur pertamax.

Hal tersebut juga dialami mobil Daihatsu Zebra yang hendak mengisi pertalite di SPBU Sumobito. Karena belum memiliki QR Code, maka pengemudi kendaraan tersebut terpaksa mengisi mobilnya menggunakan bahan bakar pertamax.

Petugas SPBU Sumobito mengatakan, bahwa mulai 5 November kemarin, di SPBU ini menerapkan QR Code untuk pembelian pertalite. Bagi yang tidak memiliki barcode, maka tidak bisa mengisi pertalite. Sehingga mereka harus mengisi BBM mobilnya menggunakan pertamax.

“Pertalite ini khusus yang bersubsidi. Harganya Rp 10 ribu per liter. Kalau pertamax non-subsidi harganya Rp12.100 per liter,” katanya, Rabu (13/11/2024).

Selanjutnya, Area Manager Communication Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengungkapkan, bahwa animo masyarakat di Jawa Timur cukup tinggi. Saat ini tercatat ada 700 ribu lebih mobil yang terdaftar sebagai pembeli Pertalite memakai QR Code.

Baca Juga:  Persebaya Gelar Latihan di Stadion 10 November Pasca Kemenangan Telak atas Persib, Fokus Tatap Laga Melawan PSM Makassar

“Kami merinci total di Jatim ada 747.748 kendaraan yang sudah terdaftar,” tukasnya.

Sementara itu, membuat QR Code sebenarnya mudah, tidak sampai 30 menit. Salah satu konsumen yang sudah memiliki QR Code, warga Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Luluk Indrawati (40) menceritakan saar pertama kali mendaftar QR Code.

Pada 4 November 2024, Luluk sempat membeli pertalite di SPBU Sumobito. Petugas mengingatkan kepadanya agar segera membuat QR code dengan cara mendaftar di subsiditepat.mypertamina.id. Karena ujicoba pembelian pertalite pakai QR code berlaku mulai 5 November 2024.

“Saya lalu berselancar di dunia maya untuk mencari panduan mendaftar sebagai pengguna BBM bersubsidi. Lalu memasukkan sejumlah dokumen seperti e-KTP, foto STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), foto mobil miliknya, serta mengisi identitas diri,” ujarnya.

Kurang lebih sekitar 30 menit, Luluk berhasil. Kemudian Luluk mendaparkan QR code dari aplikasi Mypertamina. Untuk memudahkan dirinya, ia pun mencetak barcode tersebut.

“Agar lebih efektif saya cetak seperti KTP biar mudah dibawa. Nah, hari ini pertama membeli pertalite menggunakan QR code. Alhamdulillah lancar,” bebernya.

Pengalaman Luluk tersebut didapat saat mengisi BBM di SPBU Sumobito. Dirinya langsung antre di jalur pertalite. Petugas kemudian meminta Luluk untuk menunjukkan QR Code mobil warna hitam jenis Suzuki keluaran 2011 itu. Setelah menyodorkan QR Code yang sudah dicetak seukuran e-KTP, maka petugas melakukan pemindaian.

“Tak ada kendala. Petugas SPBU kemudian mengisi BBM jenis pertalite dan saya membayar sesuai dengan jumlah liter. Lebih mudah pakai QR code. Tidak ribet. Sudah begitu subsidinya juga tepat sasaran,” cetus wanita yang berprofesi sebagai guru ini.

Luluk menegaskan, tidak masalah oenerapan mekanisme pembelian pertalite dengan QR Code tidak masalah. Karena hal itu dapat membedakan konsumen yang bersubsidi dan non-subsidi. Dan tentu saja lebih enak memakai barcode karena cepat, efisien dan tidak ribet setiap kali membeli pertalite.

Baca Juga:  Dituntut 6 Tahun dan 4 Bulan Penjara, Gus Muhdlor Ajukan Pembelaan

“Keuntungannya, konsumen bisa mendapatkan subsidi yang bisa dimanfaatkan dan sesuai peruntukannya. Selain itu, penggunaan QR Code salah satu langkah agar BBM subsidi tepat sasaran,” pungkasnya. (alm)

No More Posts Available.

No more pages to load.