SURABAYA, AIANews.id – Kursi Ketua definitif Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya mengalami kekosongan pasca pencopotan Adi Sutarwijono, atau akrab disapa Awi, dari jabatannya oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.
Untuk mengisi kekosongan ini, DPP telah menunjuk Yordan M Batara-Goa, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC selama tiga bulan ke depan.
Di tengah transisi kepemimpinan ini, muncul spekulasi mengenai calon ketua definitif selanjutnya. Salah satu nama yang disebut-sebut adalah Fuad Bernardi, yang baru saja terpilih sebagai Anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029.
Menanggapi kemungkinan dirinya maju sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya, Fuad Bernardi menegaskan posisinya sebagai petugas partai yang siap menerima tugas apapun dari DPP.
“Kalau saya bergantung dari DPP ya, karena kami petugas Partai sehingga harus siap dengan berbagai penugasan,” ujar Fuad dihubungi Memorandum, Minggu (4/5/2025).
Fuad yang pernah menjabat Ketua Karang Taruna Kota Surabaya ini menambahkan bahwa DPP PDI Perjuangan dipastikan akan mempertimbangkan aspirasi dari kader di tingkat akar rumput dalam mengambil keputusan.
“Pastinya DPP PDI Perjuangan juga melihat akar rumput inginnya seperti apa,” katanya.
Putra mantan Mensos Tri Rismaharini ini kembali menegaskan kepatuhannya terhadap keputusan partai. Jika nantinya DPP menunjuk dirinya sebagai ketua definitif, ia menyatakan kesiapannya. Dengan harapan dapat membawa PDI Perjuangan Surabaya menjadi lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.
“Iya,” jawabnya singkat.
Pemberhentian Adi Sutarwijono dan penunjukan Yordan M Batara-Goa sebagai Plt Ketua DPC PDIP Surabaya merupakan keputusan resmi dari DPP untuk memastikan roda organisasi partai di tingkat cabang tetap berjalan. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP PDI Perjuangan Nomor 1742/KPTS/DPP/IV/2025, yang diterbitkan pada 30 April 2025. (alm)



