Lansia Mati Membusuk di Kontrakan Kebraon Indah Permai, Ketua RT: Tidak Pernah Bersosialisasi

oleh -179 Dilihat
Mayat korban saat akan dibawa ke mayat..

Suabaya, AIANews.id  – Seorang lansia Dra Dewi Wilutomo (72) yang ngontrak di Kebraon Indah Permai Blok B No.9, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang ditemukan membusuk di lantai kamar tempat tidur. Korban diketahui tinggal sendirian dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Pawas Polsek Karang Pilang AKP Heri Purnomo mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari command center pada pukul 16:00 di Kebraon Indah Permai dan langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Ciri-ciri korban lansia kelahiran 1952. Untuk indikasi penyebab kematian, kami belum bisa memastikan. Korban tinggal sendirian di kontrakan tersebut,” kata AKP Heri, Jumat 17 Januari 2025.

Tetangga depan kontrakan korban, Fita Lestari mengungkapkan bahwa sudah seminggu Bu Dewi tidak nampak. Kebiasaan beliau itu keluar pagi sekitar sehabis subuh membersihkan daun-daun di depan rumah. Selanjutnya kembali masuk kerumah.

“Keluar lagi itu cuma belanja terus masuk lagi. Orangnya tertutup jarang bersosialisasi,” ujar Fita.

Fita melanjutkan awalnya mengetahui karena mencium bau busuk sekitar 3 hari lalu. Saat itu ia menduga bahwa itu bau dari bangkai tikus. Dan selama tiga hari itu baunya semakin menyengat.

“Baunya semakin menyengat sejak 3 hari lalu. Terus tadi itu didobrak oleh tetangga. Dan korban sudah tergeletak di bawah lantai samping tempat tidur. Ternyata sudah membusuk,” bebernya.

Fita melanjutkan kondisi korban sudah membengkak dan banyak belatung. “Korban sudah 4 tahunan tinggal disini. Disini ngontrak bukan asli orang sini, aslinya dari Ngagel Tirto kalau lihat dari KTPnya. Kontrakannya ini milik Pak Andi,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua RT 01/ RW 13 Kelurahan Kebraon, Karang Pilang mengungkapkan jika ibu ini tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar. Korban yang kesehariannya keluar tiap subuh untuk bersih-bersih depan rumah dan langsung kembali masuk kerumah.

Baca Juga:  Menag dan KPAI Bersatu Lindungi Santri Dari Kekerasan Seksual

“Aktivitas Bu Dewi ini keluar tiap subuh bersih-bersih depan rumah terus masuk lagi. Jam 9 pagi keluar cari makan terus masuk lagi, baru keluar lagi keesokan harinya waktu subuh,” jelas Rony.

Masih lanjut Rony, korban memang tinggal sendirian dan dari data yang didapatkan bahwa korban bekerja jadi dosen.

“Datanya itu korban bekerja jadi dosen tapi dosen kok gak pernah ngajar. Jadi gak tahu dosen dimana kegiatannya cuma itu saja. Gak ada komunikasi sama sekali. Biarpun ada pembagian daging kurban atau apa waktu diinfokan gak mau keluar,” paparnya.

“Baru keluar itu saat bayar iuran,” tandasnya. (alm