Masjid Sabilillah Surabaya Sambut Penilaian DMI Awards 2025, Siap Jadi Teladan Pengelolaan Masjid Yang Unggul

oleh -324 Dilihat
Ketua Yayasan Masjid Sabilillah saat menerima Sertifikat Keanggotaan DMI dari dewan Juri Lomba DMI Awards.

SURABAYA, AIANews.id – Masjid Sabilillah Kebraon, Surabaya, baru saja menerima kunjungan tim juri dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Award 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses penilaian untuk ajang penghargaan masjid terbaik tingkat Kota Surabaya.

Dr.Sunyoto Hadi Prayitno, ST., M.Pd., Ketua Yayasan Masjid Sabilillah Kebraon Indah Permai, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran tim juri. “Alhamdulillah pada malam hari ini, Masjid Sabilillah Kebraon, Surabaya, kedatangan dewan juri dari DMI Award,” ujarnya, pada hari Selasa 3 Juni 2025.

Dalam proses penilaian, tim juri menanyakan berbagai kriteria kepada seluruh pengurus, mulai dari pengurus yayasan, pengurus takmir, pengurus TK Sabilillah, pengurus TPQ, hingga adik-adik remaja masjid (remas) dan koperasi.

Dr. Sunyoto menegaskan bahwa seluruh program Masjid Sabilillah telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Beliau menambahkan bahwa semua pertanyaan yang disampaikan oleh dewan juri dapat dijawab dengan baik oleh seluruh elemen pengurus masjid.

“Mudah-mudahan apa yang telah kami sampaikan ini membawa dampak yang baik, khususnya bagi Masjid Sabilillah dan juga bagi masjid yang ada di sekitarnya, utamanya pada jamaah,” harapnya.

Tim juri tampak terkesima dengan penjelasan yang diberikan, terutama karena presentasi dilakukan menggunakan proyektor LCD yang dilengkapi gambar-gambar pendukung dan dokumen yang rapi.

“Seluruh dokumen yang dibutuhkan oleh dewan juri semuanya insyaallah dapat kita serahkan nanti,” kata Dr. Sunyoto.

Ia berharap penilaian ini akan membawa dampak positif, memberikan masukan agar Masjid Sabilillah dapat terus berbenah demi kebaikan kepengurusan dan program masjid di masa depan.

Tujuan DMI Award sendiri adalah agar kepengurusan, program kebersihan, dan dakwah masjid dapat memasyarakat dan membumi di seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi para jamaah.

Baca Juga:  Walikota, Kukuhkan Pengurus Dekranasda Kota Malang

Di tempat yang sama Drs H. Nurhasan, M.Ag, Wakil Ketua DMI Kota Surabaya, menjelaskan fokus utama program penilaian ini ada empat kriteria utama,

“Yang pertama adalah idaroh atau administrasi umum, kemudian yang kedua imaroh yaitu pendidikan dan dakwah. Lalu yang ketiga adalah kebersihan dan kesehatan masjid, dan yang keempat adalah fasilitas tambahan atau pendukung,” katanya.

“Kami selaku Ketua DMI Award 2025 ini fokus kita adalah penataan terhadap masjid-masjid kampung, kemudian masjid di kampus dan perkantoran,” ungkap Hasan.

Ia juga menambahkan bahwa DMI Award tingkat Kota Surabaya ini direncanakan oleh Dewan Masjid Surabaya.(alm)