Jakarta, 12 Januari 2025 – AIAnews.id | Kritikal Jurnal
Ringkasan Penelitian
Jurnal berjudul : “Dampak kebijakan No Jab, No Pay di Australia terhadap penggunaan vaksinasi – studi sebelum dan sesudah pada dua kelompok kelahiran nasional”
adalah penelitian tertulis dari : Frank Beard,a,b, Alexandra J,a Heather F. Gidding,a,c Aditi Dey,a,d Kristine Julie Leask,a,b,e dan Peter
Yang telah dipublikasikan melalui : The Lancet Regional Health – Western Pacific 2025;54: 101259.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keadaan yang jarang terjadi akibat dampak sanksi finansial jika tidak melakukan vaksinasi. Australia telah mewajibkan vaksinasi penuh agar memenuhi syarat untuk menerima pembayaran bantuan keluarga dari pemerintah sejak tahun 1998. Pada tahun 2016, kebijakan No Jab, No Pay (NJNP) menghapus keberatan non-medis yang terdaftar sebagai opsi pengecualian dan meningkatkan penilaian kelayakan menjadi tahunan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak NJNP terhadap tingkat vaksinasi pada anak-anak.
Oleh karena itu penelitian menyimpulkan bahwa NJNP dalam mendukung kegiatan vaksinasi anak untuk memberikan perlindungan pada anak dibawah usia 7 tahun sangatlah penting, hal ini terlihat dari bukti data peningkatan jumlah anak yang divaksin dengan program NJNP. lebih tinggi dibandingkan Non NJNP.
Perlunya program NJNP untuk meningkatkan jumlah vaksinasi di pelayanan kesehatan tanpa memandang pendapatan keluarga. Seluruh hasil yang diukur menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelompok pasca NJNP dibandingkan dengan kelompok sebelum NJNP.
Metodologi yang Digunakan
Desain penelitian adalah observasional, menggunakan kohort retrospektif dan pengukuran hasil sebelum/sesudah. Proporsi anak-anak yang memenuhi kriteria yang relevan pada akhir masa tindak lanjut empat tahun pada kelompok pasca-NJNP dibandingkan dengan kelompok sebelum NJNP dibandingkan dengan menghitung rasio odds (OR) dan interval kepercayaan 95% untuk setiap hasil yang menarik. Semua analisis dilakukan dengan menggunakan SAS 9.4 (SAS Institute).
Data yang diambil dari Immunization Australia tingkat individu digunakan untuk menggabungkan kelompok kelahiran dua tahun sebelum/sesudah NJNP, berusia 1-<3 tahun, dikelompokkan berdasarkan keberatan terdaftar (ya/tidak) dan status vaksinasi (dosis nol/vaksinasi parsial/vaksinasi lengkap) . Pada usia 5-<7 tahun, rasio odds (OR) dan interval kepercayaan 95% (CI) untuk hasil vaksinasi pasca-NJNP diukur dan angka pengamatan pasca-NJNP dibandingkan dengan angka yang diharapkan jika proporsi sebelum NJNP diterapkan. .
Penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif, yaitu metode penelitian yang menguji hubungan antara paparan dan hasil dengan melihat ke belakang. Metode ini menggunakan data sekunder yang sudah ada.
Hasil dan Temuan
Kami menemukan bahwa semua hasil yang diukur menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penggunaan vaksin pada kelompok pasca-NJNP dibandingkan dengan kelompok sebelum NJNP. Sejalan dengan penghapusan keberatan terdaftar (non-medis) sebagai pengecualian dari persyaratan vaksinasi penuh untuk pembayaran bantuan keluarga pemerintah, peningkatan relatif tertinggi dalam vaksinasi penuh terjadi di antara anak-anak yang keberatan terdaftar. Di antara anak-anak yang menyatakan keberatan dan menerima vaksinasi parsial pada awal, proporsi yang menerima vaksinasi lengkap sekitar tiga kali lebih tinggi (41,7%) dibandingkan anak-anak yang tidak menerima vaksinasi sama sekali pada awal (14,6%), sejalan dengan jumlah anak-anak yang lebih banyak menerima vaksinasi lengkap. selektif dan kecil kemungkinannya untuk berkomitmen penuh terhadap suatu keberatan. Namun, anak-anak yang menyatakan keberatan merupakan persentase dan jumlah yang sangat kecil dari seluruh anak (1,1% dan 6064 anak pra-NJNP; 1,5% dan 9061 anak pasca-NJNP), dan tiga perempat dari anak-anak termasuk dalam kelompok pasca-NJNP. adalah anak-anak yang terdaftar sebagai penentang. tidak sepenuhnya divaksinasi pada masa tindak lanjut.
Berdasarkan hal ini, kemungkinan besar tiga penilaian kelayakan tambahan (pada usia 3, 4 dan 6 tahun) yang dialami oleh kelompok pasca-NJNP kami memberikan banyak manfaat.
Manfaat yang Diberikan
Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa jumlah pemberian vaksin pada anak sebelumnya tidak mengalami peningkatan karena faktor ketakutan masyarakat terhadap wabah campak dan pertusis di Amerika Serikat. Pasca program NJNP untuk program vaksin anak di Australia, terjadi peningkatan kesediaan orang tua agar anaknya menerima layanan vaksin. Dimana aturan ini memberikan gambaran bahwa masyarakat terbantu dengan program NJNP dalam penyediaan vaksin lengkap untuk anak.
Keuntungan dan Kerugian
Kelebihan penelitian ini antara lain adalah penelitian pertama yang meneliti perubahan status vaksinasi tingkat individu pasca-NJNP pada anak-anak dari keluarga yang menolak vaksin, dan metodologi yang kuat dengan menggunakan pencatatan imunisasi nasional berbasis populasi di Australia.
Keterbatasannya antara lain: penelitian ini hanya dapat membandingkan vaksinasi antara kelompok penelitian yang berusia 1-<3 tahun. Penelitian ini hanya menggunakan algoritma cakupan berdasarkan usia. Penelitian ini tidak mencakup semua keluarga yang menolak vaksin yang menolak vaksin tersebut, dan beberapa anak yang tercatat tidak menerima vaksin selama empat tahun masa tindak lanjut mungkin telah menghabiskan waktu di luar Australia atau beremigrasi.
Para peneliti menyarankan agar penelitian di masa depan harus fokus pada survei menyeluruh terhadap komunitas yang masih memiliki resistensi dan pandangan budaya berbeda terhadap vaksinasi.
Harapan untuk Penelitian Masa Depan
Untuk penelitian selanjutnya apabila ingin melakukan penelitian terkait aturan NJNP harus mencantumkan informasi lengkap mengenai detail wilayah dan fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan NJNP baik dari pemerintah maupun swasta.
maka harus memuat informasi lengkap terkait rincian wilayah dan Fasilitas Kesehatan penyelenggara pelayanan NJNP baik Pemerintah maupun Swasta.
Penggabungan data kohort juga perlu dikembangkan dengan memberikan penelitian skinatif agar pemerintah juga mengetahui tingkat kepuasan pasien pengguna layanan NJNP dalam pemberian vaksin, hal ini agar pemerintah Australia dapat terus mengembangkan aturan yang bertujuan untuk meningkatkan layanan vaksin menggunakan NJNP. . Dengan meliput poinpoin tersebut, penelitian jurnal terkait NJNP dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan kebijakan di bidang kesehatan.


