Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut

oleh -246 Dilihat
Gambar : Webinar Pentingnya Kesehatan Mulut

Jakarta, 21 Agustus 2025 – AIANews.id |

Judul Kegiatan : Upaya Meningkatkan Pentingnya Kesadaran untuk Kesehatan Gigi dan Mulut

A.    Pendahuluan

Mulut adalah gerbang menuju dalam tubuh. Proses pengunyahan yang sempurna akan berpengaruh terhadap mekanisme pencernaan tubuh (Worotijan, dkk., 2013). Bebas karies merupakan indikator kesehatan gigi dan mulut yang baik. Karies gigi adalah kerusakan jaringan keras gigi yang berawal pada permukaan email, dentin dan meluas ke pulpa. Kerusakan gigi dapat terjadi karena pengaruh konsumsi karbohidrat, mikroorganisme rongga mulut, serta bentuk gigi. Dua bakteri yang paling umum menyebabkan gigi berlubang adalah Streptococcus mutans dan Lactobacillus sp. Karies yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat menyebabkan rasa sakit, infeksi serta kehilangan gigi (Andini, 2018).

World Health Organization (WHO) dalam target Global Goals for Oral Health 2020 menyebutkan bahwa indeks DMF-T kurang dari satu pada anak usia 12 tahun dan peningkatan angka bebas karies pada gigi sulung anak usia 6 tahun (Hobdell dan Peterson, 2003). Akan tetapi, data menunjukkan 57,6% penduduk Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut dan 67,3% anak usia 5 tahun memiliki angka karies yang tinggi (RISKESDAS, 2018).

Upaya mendapatkan kesehatan gigi dan mulut yang baik harus didukung dengan pola hidup sehat dan bersih. Menghindari makanan manis serta sikat gigi dua kali sehari dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kesadaran dini sangat menentukan keberhasilan dalam mempertahankan kesehatan gigi dan mulut. Kesadaran dini dapat dimulai pada anak prasekolah, yaitu anak yang berusia antara 4-6 tahun. Pada usia ini, anak lebih aktif, kreatif dan imajinatif (Nurhawati, dkk., 2017).

Pemahaman serta kesadaran akan mendorong seseorang dalam menerapkankebiasaan untuk hidup sehat. Kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut yang dimulai sejak usia dini (usia anak) dapat mendukung keberhasilan dalam mendapatkan kesehatan gigi yang baik hingga usia dewasa. Akan tetapi, hasil penelitian menunjukkan hanya 2,8% persentase penduduk Indonesia yang berusia tiga tahun ke atas yang sudah memiliki kesadaran untuk menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. (RISKESDAS 2018).  Ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) adalah suatu ruang yang sengaja dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta dan merupakan tempat yang sesuai untuk dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM), karena tempat ini berada di tengah permukiman warga, terutama kelompok perekonomian lapisan bawah dan padat penduduk. Biaya kesehatan yang masih tergolong mahal menjadi salah satu alasan yang menyebabkan sulitnya masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan angka karies yang masih tinggi pada usia anak.

Baca Juga:  Kerangka Strategis untuk Keterlibatan Sektor Swasta dalam Sistem Kesehatan: Sebuah Keniscayaan yang Perlu Dilandasi Kolaborasi yang Kuat

B.  Tujuan Kegiatan

  1. Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara rutin dan benar.
  2. Meningkatkan kesadaran akan hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  3. Menyampaikan informasi ilmiah terkait faktor penyebab, pencegahan, dan penanganan masalah gigi dan mulut.
  4. Mendorong perilaku hidup sehat, khususnya dalam hal perawatan gigi dan mulut sejak usia dini.
  5. Memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat luas.

C. Manfaat Kegiatan

  1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran : Peserta mendapat informasi terbaru tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, teknik menyikat gigi yang benar, pentingnya flossing, hingga pencegahan penyakit gusi, dan serta memahami dampak kesehatan gigi terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  2. Akses mudah dan fleksibel : Bisa diikuti dari rumah atau tempat kerja tanpa perlu bepergian, dan serta rekaman webinar tersedia di situs youtube, sehingga materi bisa diulang.
  3. Biaya lebih terjangkau : Menghemat biaya transportasi dan akomodasi.
  4. Menumbuhkan kesadaran pencegahan : Peserta termotivasi untuk memeriksakan gigi secara rutin dan serta memahami pentingnya deteksi dini masalah gigi dan mulut.
  5. Memperluas jaringan dan komunitas : Berkesempatan berpartisipasi dalam program edukasi lanjutan.

D. Pelaksanaan Promosi Kesehatan

1.Sasaran Pelaksanaan

Sasaran pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan adalah peserta kegiatan Webinar Online Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut. Pada kegiatan ini diikuti oleh usia dewasa. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada peserta Webinar Online dalam Upaya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut.

2.Capaian Luaran

Adapun target capaian luaran dari kegiatan ini adalah pembuatan materi dalam bentuk Power Point. Indikator capaian dari kegiatan ini dapat dilihat pada table berikut ini.

E. Hasil dan Pembahasan

1.Metode Pelaksanaan Promosi Kesehatan

Promosi kesehatan dilaksanakan dengan cara memberikan pemahaman terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut dan memberikan kesempatan untuk masyarakat agar mengisi survey pada form/kode barcode yang sudah disediakan.

2.Materi Kegiatan

Kegiatan promosi kesehatan ini dilaksanakan dengan memberikan materi power point secara singkat kepada peserta webinar online yang bisa diikuti dimana saja. Pemberian materi ini disertai dengan penjelasan secara singkat mengenai “Pentingnya Kesadaran Masyarakat untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut”.

Materi yang disampaikan juga melipti upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari kejadian dan resiko-resiko jika tidak menajaga Kesehatan gigi dan mulut. Melalui kegiatan webinar online ini diharapkan peserta dapat menambah pengetahuan dan mengimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Jenis-Jenis Vaksin Internasional: Penting untuk Perjalanan Anda

F. Hasil dan Luaran

1.Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan promosi kesehatan dilakukan kepada peserta webinar online pada kelompok usia dewasa.

Promosi kesehatan yang dilakukan mengikuti kegiatan pemberian materi dan penjelasan mengenai “Pentingnya Kesadaran untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut” dan diikuti oleh seluruh peserta webinar melalui zoom meeting.

Peserta diharuskan untuk mengisi form survey terkait pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh penyelenggara webinar untuk upaya mengetahui bagaimana cara masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut.

2.Luaran Kegiatan

Target luaran dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah pembuatan power point terkait “Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut” video kegiatan webinar online:  

Gambar 1. Power Point Kesehatan Gigi dan Mulut

G. Kesimpulan Dan Saran

1.Kesimpulan

Webinar online kesehatan gigi dan mulut berhasil memberikan wawasan yang luas kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Materi yang disampaikan mencakup teknik perawatan gigi yang benar, pencegahan penyakit gusi, serta kebiasaan hidup sehat yang mendukung kesehatan mulut. Kegiatan ini juga mempermudah akses edukasi karena dapat diikuti secara daring, sehingga menjangkau peserta dari berbagai daerah. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab.

2.Saran

  • Kegiatan edukasi seperti ini sebaiknya diadakan secara rutin agar pengetahuan masyarakat tetap terbarui.
  • Materi webinar dapat dilengkapi dengan demonstrasi visual atau video praktik perawatan gigi untuk mempermudah pemahaman.
  • Perlu adanya pembagian materi dalam bentuk e-book atau infografis yang bisa diunduh peserta sebagai panduan praktis.
  • Disarankan melibatkan lebih banyak tenaga ahli dengan topik yang bervariasi, misalnya perawatan gigi anak, gigi lansia, atau gigi pada pasien dengan penyakit tertentu.
  • Mendorong peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan membagikannya kepada keluarga atau komunitas sekitar.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization (WHO) dalam target Global Goals for Oral Health 2020.
  2. (RISKESDAS 2018).
  3. https://www.researchgate.net/profile/RosalinaTjandrawinata/publication/350217832_PENYULUHAN_PENINGKATAN_ KESADARAN_DINI_DALAM_MENJAGA_KESEHATAN_GIGI_DAN_MULUT_ PADA_MASYARAKAT_TEGAL_ALUR_JAKARTA/links/61fff9e9870587329 e974e4f/ PENYULUHANPENINGKATANKESADARANDINIDALAMMENJAGAKESEHATANGIGIDAN                                                   MULUTPADAMASYARAKATTEGALALURJAKARTA.pdf?origin=journalDetail&_tp=eyJwYWdlIjoiam91cm5hbERldGFpb CJ9
  4. https://jurnal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/view/11702
  5. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/32676

Lampiran 1. Dokumentasi Kegiatan Promosi Kesehatan

Lampiran 2. Absensi Peserta Webinar

Lampiran 3. Hasil Survey