Surabaya, AIANews.id – Sulistyono (65), seorang lansia yang bermukim di Jalan Pecindilan Gang V, Kecamatan Genteng, ditemukan tak bernyawa oleh tetangganya.
Berdasarkan hasil identifikasi tim inafis Polrestabes Surabaya, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Polisi menduga bahwa lansia yang hidup sebatang kara tersebut meninggal dikarenakan penyakit yang dideritanya.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang ada di sekujur tubuh korban. Diduga yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit dan masih menunggu hasil visum,” kata Kanitreskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya, Jumat, 24 Januari 2025.
Sulistyono ditemukan tergeletak di atas kasur oleh tetangganya pada Selasa, 21 Januari 2025 sekitar pukul 13.00.
Saat itu, saksi mengatakan hendak membangunkan almarhum untuk keluar rumah. Namun ketika dipanggil tak ada balasan dari dalam rumah.
“Saksi mengungkapkan, setiap pagi yang bersangkutan selalu keluar rumah,” jelas Vian.
Kemudian setelah mendapati tidak ada kabar atau jawaban dari dalam rumah hingga 1 jam, tetangga tersebut lantas meminta bantuan ketua RT setempat untuk mengecek kondisi rumah melalui jendela kecil.
Dari sana, para saksi mendapati Sulistyonono tergeletak di atas ranjang. Warga lalu menginformasikan temuan itu ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Kapasari.
“Saat itu, kondisi rumah terkunci dari dalam, sehingga dilakukan bongkar paksa oleh ketua RT setempat. Ketika cek, yang bersangkutan sudah tidak bernyawa,” ungkap Vian.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, Sulistyono disebut memiliki penyakit asma akut. Pria kelahiran 7 Oktober 1959 itu tinggal sendiri di rumah tersebut. Istri wafat dan tidak memiliki anak.
“Adik korban sempat berkunjung pada hari Senin, 20 Januari 2025 sekitar pukul 22.00. Adik korban mendatangi rumah dan memberikan sembako. Lalu saat kami olah TKP, ditemukan obat-obatan (sesak nafas) di kamar korban,” tuntas Vian. (alm)



