Surabaya, AIAnews.id – Munculnya kasus Mpox di Indonesia telah memicu berbagai pertanyaan dan kekhawatiran di masyarakat. Apakah Mpox benar-benar menjadi ancaman serius bagi kesehatan kita, atau hanya sekadar ketakutan berlebihan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita bahas lebih dalam mengenai penyakit ini.
Apa itu Mpox?
Mpox, atau yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus dari keluarga Orthopoxvirus. Penyakit ini ditandai dengan gejala mirip cacar air, seperti demam, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan nyeri otot.
Bagaimana Mpox Menular?
Mpox umumnya menular melalui kontak langsung dengan lesi kulit yang terinfeksi, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi dengan virus. Penularan juga dapat terjadi melalui droplet pernapasan saat kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.
Siapa yang Berisiko Tertular?
Meskipun siapa saja dapat tertular Mpox, namun beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:
- Orang yang memiliki kontak dekat dengan penderita Mpox: Anggota keluarga, pasangan seksual, dan petugas kesehatan yang merawat pasien Mpox.
- Penduduk di daerah endemis: Daerah-daerah di mana Mpox sebelumnya pernah dilaporkan.
- Pekerja laboratorium: Mereka yang bekerja dengan sampel virus Mpox.
Gejala Mpox
Gejala Mpox biasanya muncul dalam waktu 5-21 hari setelah terpapar virus. Gejala awal yang sering muncul antara lain:
- Demam
- Sakit kepala
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Nyeri otot
- Kelelahan
Beberapa hari kemudian, akan muncul ruam yang dimulai dari wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini biasanya dimulai sebagai lesi yang berisi cairan, kemudian berubah menjadi pustula, dan akhirnya mengering dan membentuk keropeng.
Bagaimana Cara Mencegah Mpox?
Untuk mencegah penularan Mpox, kita dapat melakukan beberapa hal, antara lain:
- Menghindari kontak dekat dengan penderita Mpox: Jika Anda mengetahui seseorang yang terinfeksi Mpox, hindari kontak fisik dengan mereka.
- Menjaga kebersihan: Sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah kontak dengan orang atau benda yang berpotensi terkontaminasi.
- Menggunakan alat pelindung diri: Petugas kesehatan yang merawat pasien Mpox harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.
- Vaksinasi: Vaksin cacar dapat memberikan perlindungan sebagian terhadap Mpox.
Apakah Mpox Mematikan?
Meskipun Mpox dapat menyebabkan penyakit yang serius, namun tingkat kematian akibat penyakit ini relatif rendah. Sebagian besar kasus Mpox akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Kesimpulan
Mpox memang merupakan penyakit yang perlu diwaspadai, namun tidak perlu panik berlebihan. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita dari ancaman Mpox. Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada Mpox, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Semoga artikel ini bermanfaat!



