Nelayan Hilang di Bendung Gerak Sembayat Belum Ketemu, Tim SAR Perluas Pencarian Hingga Jembatan Sembayat

oleh -1097 Dilihat
Tim SAR melakukan penyisiran menggunakan perahu karet.

Gresik, AIANews.id –  Upaya pencarian nelayan yang hilang di Bengawan Solo sekitar area Bendung Gerak Sembayat (BGS) terus ditingkatkan. Petugas dan relawan gabungan juga telah memperluas radius operasi di hari kedua, Selasa 24 Desember 2024.

Mulai diketahui juga ciri-ciri korban hilang Akhmat Juwariyanto alias Totok (40) asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Korban disebut terakhir terlihat memakai kaos lengan panjang berwarna cream, bercelana pendek warna coklat, serta memakai buff.

Dalam operasi SAR hari kedua, relawan memperluas radius pencarian korban dari titik tempat kejadian kecelakaan (TKK) hingga 5 KM ke arah hilir. Namun belum berhasil menemukan tanda keberadaan korban Totok.

“Kami juga melakukan pembersihan sampah di pintu air BGS dan manuver disekitar TKK. Operasi SAR dihentikan pada pukul 17.00 WIB dengan hasil nihil,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, Driatmicko Herlambang, Rabu 25 Desember 2024.

Operasi pencarian itu diikuti oleh puluhan petugas dan relawan gabungan. Termasuk Polsek Bungah dan Karangbinangun, Koramil Bungah dan Karangbinangun, Satpolairud Polres Gresik, BPBD Gresik, BPBD Lamongan, hingga BPBD Jawa Timur.

Hari ini, relawan akan melanjutkan kembali pencarian korban Totok. Operasi SAR di hari ketiga akan difokuskan untuk menyisir ke arah hilir Bengawan Solo.

“Operasi SAR (hari ini) difokuskan penyisiran ke hilir sampai di jembatan Sembayat dan tetap menaruh 1 perahu di TKK,” terang Micko.

Seperti diketahui, korban Totok hilang saat mencari ikan menggunakan perahu kecil bersama korban selamat Pujiono (43). Totok tenggelam setelah perahu mereka terbawa arus air dan pecah menabrak pintu air nomor 3 BGS. (alm)

Baca Juga:  Bus Bagong Tabrak Panther di Pojok Ngantru, Terhenti oleh Tiang Listrik

No More Posts Available.

No more pages to load.