Pelepasan Atlet PON Aceh-Sumut 2024, PJ Gubernur Targetkan Jatim Juara Umum

oleh -1029 Dilihat
Agenda pelepasan atlet dan official Kontingen Jawa Timur untuk PON Aceh-Sumut di halaman Grahadi.

Surabaya, AIAnews.id – 884 atlet dan 291 official Kontingen Jawa Timur siap memberikan prestasi yang membanggakan dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024. PJ Gubernur Adhy Kartono berharap Kontingen Jawa Timur bisa menjadi juara umum di PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Dalam pelepasan atlet kontingen Jawa Timur di Grahadi, PJ Gubernur mengharapkan yang terbaik dibandingkan PON Papua. Sebab para atlet telah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari.

“Kita ingin yang terbaik dari PON sebelum di Papua. Dan kini kita punya strategi disamping memang secara tekhnik kita juga memberikan kesempatan masyarakat dan kepala OPD untuk bisa membantu selama proses latihan untuk bisa memberikan motivasi, mensuport dan sebagainya,” ujar Adhy Kartono usai pelepasan atlet, Jumat 30 Agustus 2024 di halaman Grahadi.

Sebagai bentuk dukungan penuh kepada atlet, PJ Gubernur berjanji akan ikut memberikan dukungan langsung selama PON.

“InsyaAllah kami akan membersamai dalam setiap mereka bertanding dan tentu kita do’akan semua Jawa Timur akan memperoleh target kita yakni Juara Umum atau paling tidak Juara lebih dari PON lalu,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet, bonus untuk atlet yang meraih medali baik emas, perak, dan perunggu akan diberikan. Adhy mengatakan bahwa anggaran tersebut sudah dianggarkan.

“Sudah kita anggaran dalam DIPA APBD tahun ini termasuk juga bonus untuk nanti yang di lapangan. Kita lihat situasinya,” paparnya.

Sementara itu Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim M Nabil usai pelepasan atlet di halaman Grahadi berharap prestasi Kontingen Jatim di PON XXI Aceh-Sumut bisa lebih baik dari PON Papua. Saat itu Jatim hanya menempati peringkat 3 dibawah Jabar dan DKI Jakarta.

Baca Juga:  Bromo Marathon 2024 Mengdongkrak Pariwisata Dan Ekonomi Pasuruan

“Mudah-mudahan ada peningkatan dari sebelumnya PON Papua. Karena ada 10 cabor yang tidak dipertandingkan di PON Papua dan sebagian itu punya kita, itu dipertandingkan sekarang dan itu lumbung emas kita,” kata M Nabil, usai pelepasan atlet di Grahadi.

“Cabor tersebut adalah tenis meja, golf, bolling, dansa, bridge, itu nomor milik kita dan itu semua dipertandingkan. Mudah-mudahan itu terjawab di PON sekarang ini karena pemain-pemainnya masih banyak disekitar itu,” tambahnya.

M Nabil menjelaskan bahwa peluang untuk menjadi Juara Umum tetap terbuka lebar. “InsyaAllah, karena secara perhitungan itu hampir sama, cuma kadang-kadang di lapangan itu terjadi perubahan yang kita tidak bisa tahu. Kita itu tidak bisa memastikan hal-hal yang bukan kewenangan kita tapi secara kasat mata kompetitornya hampir sama, Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta,” ungkapnya.

Sebagai bentuk jaminan untuk para atlet dan official, KONI Jatim bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Nabil hal tersebut merupakan bentuk tanggungjawab moral dan perhatian yang KONI berikan untuk para kontingen Jatim.

“Ini tanggung jawab moral kita, makanya kita publikasikan secara simbolik bahwa kita punya perhatian dan kewajiban kita untuk memperhatikan atlet-atlet kita. Perlu sekali dicover kesehatannya, keselamatannya, maupun potensi cederanya walapun kita berharap tidak terjadi apa-apa, tapi itu bisa membuat atlet dan orang tua tenang,” pungkasnya. (alm)

No More Posts Available.

No more pages to load.