Pemberdayaan Masyarakat hingga Beri Solusi Kongkrit Atasi Ketersediaan Air Bersih Saat Musim Kemarau

oleh -907 Dilihat

Surabaya, AIAnews.id – Tri Rismaharini Calon Gubernur (Gagub) Jawa Timur diundang menghadiri acara Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di halaman Masjid Babussalam, Dusun Kepuh, Desa Margoanyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (5/10/2024) malam.

Pengajian bertajuk “Mencetak Generasi Rabbani dengan Meneladani Akhlaq Mulia Nabi dalam segala aspek kehidupan” ini berlangsung meriah. Hal itu terlihat dari banyaknya jemaah yang antusias dan memadati halaman Masjid Babussalam Dusun Kepuh.

Hadir dalam acara tersebut, Ustad Dr H Moh Qosim Msi dari Gresik, Choirul Shodiq tokoh masyarakat sekaligus sebagai Direktur Utama Memorandum, Pimpinan Perusahaan Memorandum Yoyok Khayatullah, Lurah Margoanyar Hafid dan ratusan jemaah dari berbagai Dusun. Pengajian ini semakin semarak diiringi lantunan hadrah dari Asbabul Musthofa Glagah.

Dalam suasa khidmat pengajian akbar, Choirul Shodiq menyampaikan kekagumannya yang mendalam terhadap mantan Wali Kota Surabaya periode 2010-2020 dalam mengambil langkah menutup lokalisasi Dolly di Surabaya.

Shodiq juga mengapresiasi perubahan positif di kawasan Dolly setelah ditutup sejak 2014 lalu. Kini banyak warga terlibat dalam berbagai kegiatan usaha dan pemberdayaan lainnya.

“Ada satu cerita ketika Ibu Risma berhasil membuat tempat Dolly di Surabaya yang dulu menjadi tempat prostitusi, sekarang bersih dan bagus menjadi perkampungan yang asri, ” kata Shodiq.

Dalam kesempatan itu, Risma mengaku senang bisa berada di tengah tengah majelis yang mulia. Risma juga berbagai membagikan pengalamanya dalam menutup lokalisasi di Dolly.

“Sekarang ini Dolly sudah berubah total, yang dulunya lokalisasi kini menjadi tempat usaha, ada kerajinan batik, produksi sandal, sepatu, tas hingga UMKM, ” kata Risma disambut riuh tepuk tangan bentuk apresiasi.

Baca Juga:  Diduga Bekingi Mobil Boks Berisi Rokok Ilegal, Polrestabes Surabaya Belum Beri Sanksi Anggota Satintelkam

Risma yang juga dikenal sebagai sosok yang inspiratif ini akan menularkan pengalamannya dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya para ibu-ibu untuk bisa lebih produktif.

“Karena itu, saya akan buat pelatihan pelatihan. Kemarin di Lamongan Paciran sudah kita latih untuk mengolah makanan dari ikan dari hasil nelayan, ” jelasnya.

Dalam kesepatan ini Tri Rismaharini juga menyampaikan program SMA dan SMK gratis. Dengan biaya sekolah yang tidak lagi menjadi penghalang, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sehingga semakin banyak siswa yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih cita-citanya.

“Pendidikan untuk anak anak SMA/SMK juga saya gratiskan. Termasuk bantuan untuk pondok pesantren, demikian pula untuk kesehatan juga kita perhatian, sehingga semua masyarakat Jatim bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lebih maksimal, “ujarnya.

Sebagai Pendiri Pahlawan Ekonomi, Tri Rismaharini memberikan semangat kepada ibu ibu untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kesejahteraan.

“Saya membuat program Pahlawan Ekonomi sejak menjabat Wali Kota Surabaya, anggotanya sebagaian besar ibu ibu. Karena terbukti berhasil, akhrinya bapak bapaknya ikut membantu usaha ibu ibu yang susah berhasil. Bahkan sudah ada yang berhasil ekspor,” cakap Risma.

Di Kementrian Sosial, Risma juga meluncurkan Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Penerimanya bukan hanya mendapatkan bantuan permodalan usaha tetapi juga pendampingan dalam berusaha, pendampingan dalam pengemasan, pemasaran dan literasi keuangan.

Program pemberdayaan masyarakat ini diharapkan agar keluar dari kemiskinan dan menjadi wirausahawan sukses. Program ini juga telah berhasil melahirkan puluhan ribu wirausahawan baru.

“Meski saya sudah tidak lagi sebagai Mensos, tapi program ini dilanjutkan oleh pemerintahan sekarang, karena terbukti bisa mengentaskan kemiskinan, ” kata Risma.

Baca Juga:  Krisis Air Bersih di Indonesia: Tantangan, Penyebab, dan Solusi untuk Mewujudkan Akses Berkelanjutan

Dalam kesepatan ini pula dirinya memotivasi kepada warga, khususnya ibu ibu untuk lebih produktif dan maju.

“Nanti ibu ibu akan kami berikan pendampingan agar lebih maju supaya ada kegiatan kegiatan lebih produktif,” jelasnya.

Selain pemberdayaan masyarakatnya, masalah ketersediaan air bersih juga menjadi sorotan. Risma berkesempatan menceritakan pengalamannya di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara dirinya telah menyediakan instalasi pengolahan air bersih untuk membantu masyarakat melewati krisis air bersih yang selalu terjadi saat musim kemarau.

“Kalau kemarau air susah, InsyaAllah bisa. Seperti di NTT banyak yang bilang saat musim kemarau susah untuk kebutuhan air, saya tidak percaya. Sebab saya yakin kalau Allah menurunkan umatnya di suatu tempat pasti disertai makan dan minumanya, sekarang harus dicari, kami punya alat teknologi untuk mencari sumber itu,” kata Risma.

Lebih lanjut Risma mengungkapkan, jika solusi itu tidak berhasil, ia bakal mencarikan solusi lain. Yakni melalui alat yang dapat menyuling air laut menjadi air bersih yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

“Kalau tidak bisa mencari sumber, maka solusi lain adalah dengan menyuling air laut,” ujarnya.

Risma juga menjelaskan, sebelumnya ia telah melaksanakan program penyulingan yang menyulap air asin dan keruh menjadi air bersih yang siap minum di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.

“Apa mungkin? Mungkin. Karena saya buktikan di Jakarta itu ada 5 titik, kemudian di NTT, Papua, Aceh, semua menggunakan air laut yang diolah, ” jelasnya.

Kehadiran Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3 ini menyedot perhatian para jemaah. Tampak antusiasme jema ah yang ingin bersalaman dan berfoto bersama. (alm)

No More Posts Available.

No more pages to load.