LamonganAIAnews.id – Presiden Republik Indonesia ke- 7, Joko Widodo, memanggil Abdul Ghofur dan Firosya Shalati di Solo Jawa Tengah.
Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lamongan, bersama Abdul Ghofur dan Firosya Shalati (BAGUS) hadir dan diterima di halaman rumah pak Jokowi tersebut dalam rangka membahas masa depan kabupaten Lamongan.
Dalam pertemuan tersebut pak Jokowi menuturkan, “Pak Ghofur – pak Firosya, saya titip Kabupaten Lamongan. Utamanya yang berkaitan dengan infrastruktur jalan.
Kedua, yang berkaitan dengan urusan pupuk bagi petani, betu – betul diperhatikan dan yang terakhir urusan yang berkaitan dengan santri, pondok pesantren juga betul – betul diperhatikan,” pinta Pak Jokowi.
Abdul Ghofur dengan respon cepat pun menjawab pesan sebagai amanah pak Jokowi untuk Kabupaten Lamongan. “Siap laksanakan pak. Siap bekerja keras untuk Kabupaten Lamongan,” ucap Kaji Ghofur sapaannya.
Begitu juga dengan Firosya Shalati. Ia pun begitu cepat menjawab pesan sekaligus amanah dari Presiden RI ke- 7 ini, “Siap saya juga laksanakan serta bekerja keras pak,” ucap Saosa sapaannya calon Wakil Bupati Lamongan yang status kependudukannya di Nginjen, Pandanpancur, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan ini.
Pertemuan singkat yang penuh makna oleh mantan orang nomor RI ini bagai mengingatkan mutiara yang telah hilang akan kembali kepangkuan kepemimpinan BAGUS sebgai masa depan kabupaten Lamongan kedepan.
Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lamongan nomor urut 1, bersama Abdul Ghofur dan Firosya Shalati (BAGUS) dengan Visi Misi “Asta Dharma Bhakti” merupakan program unggulan BAGUS untuk perubahan Lamongan.
Diantaranya, 3 (tiga) tahun tuntaskan pembangunan jalan (tanpa tunda-tunda), Bus Trans Lamongan, Penambahan Penghasilan Tetap (SILTAP) ke-13 untuk Perangkat Desa, Subsidi pupuk untuk petani dan petambak dari APBD, Insentif modal usaha untuk Gen Z.
Pesantren – Preneurship, Tunjangan kehormatan untuk Hafidz Qur’an, Meningkatkan tunjangan RT/RW, Tunjangan Penghasilan untuk Guru TPQ, Madin, Guru PAUD, TK/RA, MI, MTs dan penjaga makam, Insentif Penghasilan untuk Pendamping PKH/TKSK dan Pendamping Desa dari APBD 11. Pembangunan TPS (tempat pembuangan sampah) terpadu di setiap kecamatan.
Susu gratis untuk Siswa SD/SMP se derajat, Peningkatan tunjangan kinerja untuk tenaga kesehatan, Sepeda untuk kader Posyandu, SPBN (Stasiun Pengisian BBM Nelayan) untuk Nelayan, Pembanguan publik Edu Park (Taman Edukasi) di setiap kecamatan.
Serta beasiswa prestasi akademis, Olahraga, Kesenian dan Tahfidz Quran untuk pelajar Lamongan, Bulan Kebudayaan Lamongan, Insentif untuk seniman, budayawan dan pelestari cagar budaya, PERSELA Back to LIGA 1, Tunjangan Kinerja untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).(alm)




