Program Makan Bergizi Gratis Mulai Terlaksana, Komisi D Sebut Langkah Menuju Pendidikan Berkualitas

oleh -167 Dilihat
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati ketika meninjau pelaksanaan MBG.

Surabaya, AIANews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan oleh pemerintah pusat telah mencapai Surabaya, memberikan harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di kota pahlawan. Pelaksanaan program ini mendapat apresiasi tinggi dari anggota Komisi D DPRD sekaligus Ketua Fraksi Gerindra Ajeng Wira Wati, yang melihatnya sebagai langkah nyata menuju Indonesia Emas.

Pihaknya turut meninjau langsung lokasi pelaksanaan program MBG perdana di SMP Negeri 13 Surabaya pada Senin (13/1/2025). Pihaknya memberikan apresiasi atas terselenggaranya program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dilakukan secara bertahap di sejumlah sekolah di Surabaya.

“Kami mengapresiasi, sebelum 100 hari kerja sudah ada 10 titik lokasi sekolah yang menjadi tempat MBG. Jadinya patut kita apresiasi dan ke depannya akan berlangsung selama 1 tahun penuh,” kata Ajeng di SMPN 13 Surabaya, Jalan Jemursari, Senin (13/1/2025).

Ajeng menuturkan, orang siswa juga harus turut dalam mengajari anak-anaknya agar bisa menghabiskan makanan yang telah diberikan. Terbiasa makan sayur, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan minum susu.

“MBG bukan sekadar program pemberian makan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan anak bangsa. Dengan nutrisi yang terpenuhi, diharapkan anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan mencapai prestasi yang lebih baik,” ujarnya.

Ajeng mengaku pihaknya juga akan bertemu dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN). Dirinya berharap bisa meninjau langsung dapur sehat dan tata cara pengelolaan pembuangan akhir..

“Jadi pembuangan akhirnya seperti apa? Supaya tidak menimbulkan sampah di Kota Surabaya,” tuturnya.

Terkait adanya siswa yang tidak terbiasa sarapan atau ada alergi makanan tertentu, ia menjelaskan jika pihak sekolah dan BGN sudah mempunyai data siswa yang bersangkutan.

“Di sini ada bidang kesehatan juga, jadi harus berkonsultasi bagaimana menindaklanjuti anak-anak yang tidak bisa sarapan. Apakah nanti diubah jamnya atau bagaimana. Yang jelas isinya makanan bergizi. Harapannya anak-anak bisa menyerap gizinya, dan juga memanfaatakan nilainya supaya benar-benar menjadi investasi generasi emas tahun 2045,” jelasnya.

Baca Juga:  Sehari Dilantik Bunda Indah Langsung Bertolak Ke Magelang Mengikuti Retret

Di samping itu, Ajeng juga menyoroti terkait alat makan yang digunakan masih memakai plastik. Pihaknya berharap ke depan alat makan dapst menggunakan bahan aluminium atau stainless agar lebih ramah lingkungan.

“Infonya nanti akan berpindah ke tempat stainless. Jadi untuk sampahnya akan dipilah sendiri oleh pihak catering jadi tidak menganggu anak-anak sekolah,” tutupnya.

Diketahui, 10 sekolah yang ditunjuk BGN untuk pelaksanaan tahap awal MBG ini berada di Kecamatan Wonocolo diantaranya meliputi PAUD (Kelompok Bermain) Yasporbi, SD Taquma, SMPN 13, SMAN 10, dan SMK PGRI 1 Surabaya. Lalu di Kecamatan Rungkut meliputi, TK Tunas Pertiwi, SDN Penjaringansari 1, SDN Penjaringansari 2, MTsN 3 dan MAN Surabaya.(alm)