TULUNGAGUNG, AIANews.id – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai kepulangan ratusan jemaah haji asal Kabupaten Tulungagung yang tiba di tanah air, pada Kamis (12/6/2025).
Para jemaah yang tergabung dalam kloter 1 disambut hangat oleh keluarga di titik-titik penjemputan masing-masing, terutama di lokasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Salah satu jemaah, M. Yusuf Riza, mengungkapkan bahwa kloter mereka sempat mengalami keterlambatan saat tiba di Debarkasi Surabaya, yang semula dijadwalkan lebih pagi.
“Memang ada keterlambatan dari Arab Saudi, jadi nyampainya di Surabaya sekitar jam 10.30 WIB. Tapi kita semua bisa memahami, yang penting sampai dengan selamat,” ujar Yusuf.
Ia juga menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini cukup menantang, namun tetap berjalan baik secara keseluruhan.
“Mungkin yang perlu diperhatikan ya saat di Muzdalifah, karena mengatur jemaah sebanyak itu memang enggak mudah. Tapi selebihnya lancar-lancar saja,” tambahnya.
Tahun ini, sebanyak 872 jemaah haji asal Tulungagung diberangkatkan dalam kloter 1, 2, dan 3 melalui Debarkasi Surabaya. Kemudian tambahan 89 jemaah cadangan juga ikut menyusul dalam kloter 45 dan 46 setelah visa mereka dinyatakan terbit.
Sayangnya ada kabar duka, sebab seorang jemaah asal Tulungagung dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi.
Sementara itu, ada empat jemaah lainnya dari kloter 2 yang belum bisa pulang ke Tanah Air karena beberapa kendala. Hal ini dijelaskan oleh Kabag Kesra Pemkab Tulungagung, Makrus Manan.
“Total jemaah kloter 2 ada 376 orang, semuanya sudah tiba di Tulungagung. Tapi ada empat yang tertunda. Satu jemaah sakit, dan istrinya memilih menunggu di sana. Dua lainnya terkendala urusan administrasi,” ungkap Makrus, Jumat (13/06/2025).
Makrus menambahkan bahwa keempat jemaah ini rencananya akan dipulangkan bersama kloter berikutnya, setelah kondisi memungkinkan.
“Yang sakit masih dirawat, istrinya juga tetap menunggu. Untuk dua jemaah yang administrasinya belum beres, nanti akan ikut rombongan kloter lain. Kita tetap pantau dan dampingi prosesnya,” tegas Makrus.
Hingga saat ini, proses penjemputan jemaah dari semua kloter berjalan lancar. Penjemputan dilakukan langsung oleh keluarga di titik KBIH masing-masing. Isak tangis haru dan pelukan hangat pun menjadi momen yang tak terlupakan dalam perjalanan spiritual mereka tahun ini. (alm)



