Tembok Kali Simo Rukun Jebol, Banjir Meluap

oleh -3307 Dilihat

Surabaya, AIANEws.id – Hujan deras yang mengguyur kota sejak sore tadi, Selasa (10/12) telah mengakibatkan bencana banjir di sejumlah wilayah. Salah satu kejadian yang paling parah terjadi di kawasan Simo Rukun, dimana tembok pembatas kali jebol akibat derasnya arus air.

Peristiwa ini terjadi pada sekitar pukul 17.00, saat hujan mencapai puncak intensitasnya. Tembok pembatas kali yang selama ini menjadi benteng pertahanan warga dari luapan air, tidak mampu menahan derasnya aliran air sungai. Akibatnya, tembok sepanjang kurang lebih sekitar 9 meter dan tinggi 1 meter jebol dan hanyut terbawa arus.

Jebolnya tembok tersebut juga menyebabkan air sungai meluap dengan cepat dan merendam akses jalan dan pemukiman warga di sekitar lokasi kejadian . Ketinggian air mencapai 30 sentimeter meter.

Menurut keterangan warga setempat Dimas Syahputra, bahwa tembok penahan kali tiba tiba jebol saat intensitas hujan lebat terjadi.

“Airnya datang tiba-tiba dan sangat deras. Temboknya jebol seketika,,” ungkap Dimas.

Ia tidak menyangka banjir tahun ini separah ini. Akibat banjir ini, aktivitas warga terganggu. Sejumlah kendaraan yang nekat menerobos banjir menelan imbasnya.

“Kendaraan banyak yang mogok. Selain itu ada juga yang memilih mencari alternatif lain untuk menghindari banjir, ” ungkapnya.

Banjir juga terjadi di kawasan Petemon, kampung padat penduduk ini juga dilanda banjir. Banyak kendaraan yang terparkir di depan rumah terendam banjir. Mereka kesulitan untuk mengevakuasinya.

“Tadi saya lihat keluar kok ramai ramai. Ternyata depan rumah sudah tergenang air. Mobil saya juga ikut terendam,” kata Viona.

Sementara itu Kepala BPBD Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian banjir hingga pohon roboh mulai pukul 14.00 WIB hingga sore hari.

Baca Juga:  Unjuk Rasa, MMPJ Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Nasional

“Kami langsung menurunkan tim untuk menangani insiden. Semua lokasi sudah atau sedang mendapat penanganan,” kata Hebi dikonfirmasi.

Hebi mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi angin kencang dan hujan deras, terutama di area dengan pohon besar atau bangunan yang sudah tua. Warga juga diminta segera melaporkan kejadian serupa melalui layanan darurat 112.

“Kami mengajak warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan kejadian yang membutuhkan bantuan. Pemerintah kota berkomitmen memberikan respons cepat,” pungkasnya. (alm)

No More Posts Available.

No more pages to load.