SURABAYA,AIANews.id – Upaya menstabilkan pasokan dan harga pangan terus digencakkan. Kali ini, sebuah inisiatif groundbreaking dilakukan oleh kelompok asosiasi koperasi peternak di Blitar Raya, yang tergabung dalam Blitar, Kediri, Tulungagung, Malang, dan Trenggalek (BKT NT).
Mereka berhasil melaksanakan pengiriman perdana jagung dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju Blitar, Jawa Timur, menggunakan jalur laut.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Maino Dwi Hartono, S.TP., MP., menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini.
“Kami sangat mengapresiasi teman-teman asosiasi koperasi peternak di Pelita Raya yang tergabung dalam BKT NT” ujarnya pada hari Sabtu 2025.
Ia menjelaskan bahwa selama ini, Asosiasiasi BKT NT yg terdiri 11 Asosasi dan Koperasi di 5 Kabupaten, ini telah rutin membeli jagung dari petani di Bima, Dompu, dan Sumbawa.
“Kegiatan yang dilakukan hari ini baru perdana dengan menggunakan kapal,” terang Maino yang lahir di Kebumen.
Sebelumnya, pengiriman dilakukan via truk, namun kendala keterbatasan armada di NTB – karena digunakan untuk pengangkutan sapi ke Jakarta dan bawang merah – mendorong eksplorasi jalur laut.
Dukungan dari pemerintah daerah NTB, Bima, serta Pelindo menjadi kunci sukses. Kapal perdana yang diberangkatkan mampu mengangkut sekitar 200 hingga 250 ton jagung.
“Ekosistem antara petani jagung di Bima atau daerah lainnya ini bisa terkoneksi dengan offtaker-nya adalah para peternak yang akan menggunakan pakan,” kata Maino.

Ia berharap inisiatif ini dapat memotong rantai distribusi, sehingga harga di petani menjadi lebih baik dan harga di offtaker peternak juga wajar.
“Kita tidak bilang murah ya, wajar, karena memang kendala adalah transportasi. Jawa Timur itu sedang armada terbatas, ongkos juga lumayan,” jelasnya.
Maino menambahkan bahwa perbedaan harga jagung lokal dengan yang didatangkan via laut tidak terlalu jauh,sekitar 53-52/ribu. Hal ini membuat koperasi tetap realistis dalam membeli jagung.
“Paling tidak sampai Jawa Timur atau sampai Blitar juga paling tidak samalah dengan yang lokal,” imbuhnya.
Pendampingan dari pemerintah, melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) sejak 2022, serta Kementerian Pertanian, dinas pertanian kabupaten Blitar, dan dinas pertanian pangan NTB Bima, turut mendukung kelancaran distribusi ini.
“Termasuk dukungan dari Pelindo, dukungan dari teman-teman lain untuk berhubungan tentunya karena kita menggunakan jalur laut,” tutur Maino.
Keberangkatan kapal kedua telah dilakukan hari ini, dan proses pengisian untuk kapal ketiga sedang berlangsung secara bertahap. Maino menegaskan bahwa pasokan jagung nasional mencukupi.
“Masyarakat bahwa kalau bicara jagung hari ini pemerintah Indonesia produksi kita sekitar 17 juta ton lebih, sementara kebutuhan kita nasional sekitar 15 juta ton. Jadi ada surplus 2 juta ton yang siap didistribusi ke daerah-daerah yang membutuhkan,” pungkasnya.(alm)



