Tingkatkan Kesiapsiagaan, Personel Satpol PP Surabaya Ikuti Pelatihan BHD

oleh -3089 Dilihat
Petugas Satpol PP mengikuti pelatihan BHD.

Surabaya,AIANews.id + Dalam meningkatkan kesiapsiagaan anggotanya, Satpol PP Kota Surabaya bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Regional Jawa Timur, menggelar pelatihan Bantuan Dasar Hidup (BHD), Rabu (20/11). Bertempat di Graha Sawunggaling Lantai 6, personel Satpol PP Surabaya mengikuti pelatihan terkait pertolongan pertama pada kasus henti jantung tersebut.

Dwi Hargianto, selaku Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Satpol PP Kota Surabaya mengatakan, pelatihan tersebut diberikan kepada personel Satpol PP Surabaya sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi terjadinya kasus henti jantung yang sewaktu-waktu didapati oleh personelnya.

“Pelatihan ini kami berikan, karena selain melaksanakan tugas dalam menjaga dari gangguan ketentraman dan ketertiban umum, petugas kami juga turut membantu dalam kondisi kegawatdaruratan. Dan juga petugas kami tergabung dalam Tim Gerak Cepat (TGC) yang berada ditiap posko terpadu di tiap wilayah,” kata Dwi.

Dwi mengatakan, dengan adanya pelatihan BHD ini diharapkan dapat menjadi bekal ilmu kepada para personel Satpol PP Surabaya, saat menjalankan tugas. Tak hanya itu, Dwi juga berharap para personel dapat mempraktikkan ilmu-ilmu yang telah disampaikan oleh pihak Kemenkes Regional Jawa Timur.

“Dengan pelatihan ini kami berharap, para personel dapat mengaplikasikannya saat memberikan pertolongan pertama terhadap orang yang mengalami henti nafas atau henti jantung. Serta kami juga berharap para personel dapat lebih siaga dalam menangani situasi darurat,” kata Dwi.

Sementara itu, dr. Ninis Herlina Kiranasari selaku Koordinator Pelaksana Harian, Pusat Krisis Kesehatan Regional Jawa Timur menuturkan, Bantuan Dasar Hidup sendiri diberikan saat berada dalam kondisi dan situasi darurat yang dapat mengancam nyawa.

“Kondisi mengancam nyawa yang dimaksud nyawa seperti kondisi henti jantung, henti napas, KLL atau kejadian lain yang mengancam jiwa. Dimana situasi ini bisa menyerang siapa saja,dimana saja dan kapan saja tanpa memandang bulu.” Jelas Ninis.

Baca Juga:  Perkuat Kolaborasi Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang, Menteri Nusron Bertemu Gubernur dan Kepala Daerah se- NTT

Ninis mengatakan, pelatihan terkait Bantuan Hidup Dasar tersebut sangat perlu diberikan kepada para personel Satpol PP Kota Surabaya saat memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat.

“Satpol PP adalah salah satu garda terdepan yang langsung berdampingan dengan masyarakat, sehingga sangat perlu dibekali kemampuan-kemampuan dalam menangani keadaan darurat. Sehingga dapat lebih responsif dan efektif dalam memberikan pertolongan pertama dalam situasi emergency,” kata Ninis.

Lebih lanjut, Ninis juga mengatakan, rencana kedepan, pihaknya secara masif bakal menggelar pelatihan terkait BHD kepada masyarakat di Kota Surabaya.

“Pelatihan BHD ini akan kami lakukan secara masif, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat awam yang ada di kota Surabaya khususnya dalam memberikan pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami henti jantung. Untuk personel Satpol PP sendiri kami berharap yang hadir hari ini dapat menjadi pelatih juga bagi teman, tim atau rekan-rekan disekitar mereka juga,” pungkasnya.

Adapun materi-materi yang disampaikan dalam pelatihan Bantuan Hidup Dasar tersebut meliputi pengenalan keadaan henti jantung, aktivasi sistem tanggap darurat, kompresi dada (pijatan jantung luar), kontrol jalan napas, dan evaluasi kembali keadaan pasien. Pelatihan juga mencakup penggunaan Defibrillator dan prinsip-prinsip dasar Resusitasi Jantung Paru (RJP). (alm)

No More Posts Available.

No more pages to load.