Wali Kota Surabaya Tinjau Langsung Bozem Simo Yang Jebol Akibat Sampah

oleh -4147 Dilihat
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, langsung turun ke lapangan menangani banjir di Surabaya Barat, khususnya di kawasan Bozem Simo yang jebol akibat luapan air.

Surabaya, AIANews.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, langsung turun ke lapangan menangani banjir di Surabaya Barat, khususnya di kawasan Bozem Simo yang jebol akibat luapan air. Dalam inspeksi mendadak (sidak) hingga larut malam, Rabu (11/12/2024). Eri menemukan akar masalah banjir tersebut adalah buruknya pengelolaan Bozem Simo karena penumpukan sampah yang signifikan.

“Tadi malam saya keliling sendiri, mulai pukul 23.00 ke jalan hingga ke sini (Bozem Simo). Kalau tidak keliling sendiri, mungkin saya tidak tahu persis kondisi lapangan. Air dari bozem ini seharusnya mengalir lancar, tetapi karena banyak sampah, fungsinya terganggu,” ungkap Eri Cahyadi.

Bozem Simo, yang berfungsi sebagai penampung air dari daerah rawan banjir seperti Dukuh Kupang Barat dan sentra wisata kuliner ( SWK), kehilangan kapasitas maksimalnya akibat sampah yang menumpuk.

Eri Cahyadi menjelaskan, Bozem ini sangat besar, seharusnya mampu menampung air sebelum dialirkan ke wilayah lain. Namun, kenyataannya sampah menumpuk di sini, sehingga air meluap dan menyebabkan banjir di Simo.

Selain itu, Eri juga menyoroti pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di sekitar Bozem Simo yang buruk. “TPS di sini harus ditata ulang. Jangan ada lagi gerobak sampah yang ditumpuk sembarangan. Sampah ini salah satu penyebab utama bozem tidak berfungsi optimal,” tegas Eri.

Sebagai solusi, Eri memberikan tenggat waktu dua minggu kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP untuk membersihkan seluruh sampah di Bozem Simo. Setelah pembersihan, akan dilakukan penguatan struktur bozem dengan pemasangan batu tumpuk untuk mencegah jebolnya tanggul kembali.

“Saya minta semua sampah di bozem ini dibersihkan dalam dua minggu. Setelah itu, kita perkuat dengan batu tumpuk agar tidak mudah jebol lagi. Kita harus mencegah genangan seperti di Simo terjadi lagi,” perintah Eri.

Baca Juga:  Gelar Sekolah Orang Tua Hebat, Tekankan Peran Krusial Keluarga Dalam Tumbuh Kembang Anak

Wali Kota memastikan pemantauan berkelanjutan terhadap pengelolaan saluran dan bozem untuk meminimalisir banjir. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area pengendali banjir.

“Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Warga juga harus menjaga kebersihan lingkungan. Jika semua menjalankan tugasnya dengan baik, banjir seperti ini bisa kita hindari,” ujar Eri.

Namun dibalik kondisi banjir di sejumlah wilayah, terdapat lokasi-lokasi tertentu yang mendapat apresiasi dari masyarakat. Wilayah yang sebelumnya menjadi langganan banjir parah, kemarin justru tak tersentuh oleh genangan air lantaran keberhasilan proyek box culvert dari Pemerintah Kota Surabaya. Salah satunya di wilayah Dukuh Kupang Barat.

Ketua RW 8 Putat Jaya, Mikrah menyebut adanya perubahan besar atas pembangunan gorong-gorong di wilayahnya.

“Saya sudah tanya ke warga, semuanya merasakan ada perubahan. Kalau dulu, hujan deras pasti banjir lama. Sekarang, kalau ada genangan, cepat surut setelah hujan reda,” ujar Mikrah.

Proyek box culvert yang baru dibangun selesai pada Agustus 2024 lalu, terbukti efektif menahan debit air besar selama hujan deras. Mikrah menegaskan, gorong-gorong ini telah berfungsi maksimal tanpa terdampak banjir. “Saluran (box culvert) benar-benar membantu warga,” tegasnya

Hujan deras sebelumnya pernah menyebabkan banjir besar pada 4 April 2024 di Dukuh Kupang. Saat itu, genangan air mencapai setinggi dada hingga kepala orang dewasa di RT 4, RW 7. Namun, dengan adanya perbaikan infrastruktur, kondisi tersebut tidak lagi terjadi.

Dukuh Kupang Barat telah menjadi langganan banjir sejak 1991 akibat topografi rendah dan kapasitas saluran air yang terbatas. Namun, perbaikan gorong-gorong menjadi langkah nyata untuk mengurangi dampak banjir di kawasan ini.

Baca Juga:  Risma Disambut Meriah di Pasar Gorang Gareng Magetan, Dorong Kemandirian Perajin Batik

“Proyek ini sangat membantu. Kami berharap pemerintah terus melanjutkan perbaikan, khususnya di saluran-saluran lama seperti di Dukuh Kupang 15,” tutup Mikrah. (alm)

No More Posts Available.

No more pages to load.