SURABAYA,AIANews.id – Pangkalan elpiji di Jalan Kampung Malang diserbu oleh pengecer, Rabu (5/2) pagi. Namun beberapa jam kemudian elpiji ukuran 3 Kg pangkalan kehabisan stok.
Lalan, seorang pembeli asal Keputran, rela bangun sekitar pukul 06.00, untuk pergi ke pangkalan Jalan Kampung Malang Tengah untuk membeli sebiji elpiji.
“Saya bangun pagi ke pangkalan hanya beli satu tabung elpiji 3 Kg seharga Rp 18 ribu. Kalau siang sedikit sudah habis,” ungkap Lalan menceritakan perjuangannya mendapatkan elpiji.
Menurut Lalan, dia hanya membeli sebiji. Begitu melihat banyak antrian langsung masuk ke dalam toko menemui karyawan pangkalan agar dilayani tanpa antri.
“Saya bilang ke penjualnya, saya cuma beli sebiji masak harus antri seperti pengecer. Akhirnya saya dilayani tanpa antri,” beber Lalan.
Lalan menduga yang membeli ke pangkalan elpiji mengantri adalah pengepul. Mereka antri naik motor dan disampingnya diberi bagasi untuk memuat banyak puluhan elpiji. “Pengantri elpiji rata rata bawa 5-10 tabung elpiji dan mereka pengepul,” beber Lalan.
Ditempat yang sama, Abdul Hadi, warga Keputran, mengaku telah mencari elpiji ke sejumlah tempat selama dua hari, namun tak berhasil. Ia akhirnya membeli elpiji di pengecer ini, meski harus antre selama 1,5 jam.
“Suara Abdul Hadi menjelaskan kesulitan mendapatkan elpiji dan perasaannya harus antre panjang,” tutur dia.
Sementara itu, Agus Subiantoro, pengecer elpiji di Tegalsari, mengatakan saat ini dirinya membatasi penjualan elpiji kepada warga.
“Saya hanya memberikan lima tabung gas elpiji 3 kilogram per orang. Namun, untuk pembeli dari luar daerah, ia membatasi pembelian hanya satu tabung elpiji dengan aalasan pembatasan penjualan dan dampak kelangkaan elpiji,” tutur Agus.
Sedangkan Erik, pemuda yang datang membawa dua tabung elpiji melon di bawah kemudi motor maticnya ke pangkalan Jalan Kampung Malang Tengah.
Namun, hanya beberapa menit saja lalu kembali tanpa hasil dan memilih balik kanan dengan tangan kosong. “Elpiji kosong Pak,” ungkap Erik. (alm)



