Jakarta, 28/10/2024 – AIAnews.id | Kritikal Jurnal
Identitas Jurnal
Link jurnal : https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/22848
Penulis : Jessica Masta Hothasian, Chriswardani Suryawati, Eka Yunila Fatmasari
Penerbit : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Volume dan Tahun : Volume 7, Nomor 1, Januari 2019
Ringkasan isi jurnal (abstrak)
Penelitian ini mengevaluasi implementasi Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Bandarharjo, Semarang. Berdasarkan data, 94,7% pasien gangguan jiwa berat mendapat pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar, namun masih ada 5,3% yang belum terlayani dengan optimal. Kekurangan dalam SOP dan sosialiasi serta masalah distribusi obat dan sistem rujukan berjenjang menjadi hambatan dalam keberhasilan program ini
Metodologi yang digunakan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi menggunakan metode purposive sampling. Informan utama meliputi dokter, koordinator program, dan perawat di Puskesmas, sedangkan informan triangulasi mencakup keluarga pasien dan kader kesehatan.
Temuan dan analisis data
1. Input: Tenaga medis cukup tersedia, dana berasal dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK), sarana cukup meski ada keterbatasan dalam kualitas obat tertentu. Namun, tidak ada SOP untuk program ini, dan tidak ada jadwal pelaksanaan yang spesifik.
2. Proses: Pelaksanaan deteksi dini dan penegakan diagnosis berjalan, tetapi kurang optimal dalam rujukan dan penyuluhan karena keterbatasan stok obat dan kendala sistem rujukan berjenjang.
3. Output: Capaian pelayanan kesehatan jiwa untuk orang dengan gangguan jiwa berat mencapai 94,7%, tetapi belum memenuhi target 100%.
Kontribusi jurnal terhadap pengembangan ilmu pengetahuan
Jurnal ini memberikan wawasan tentang tantangan yang dihadapi dalam program kesehatan jiwa di layanan kesehatan primer di daerah perkotaan. Studi ini menyoroti pentingnya peningkatan sosialisasi, perbaikan distribusi obat, dan pengembangan SOP yang lebih baik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa.
Kekuatan dan kelemahan jurnal
1. Kekuatan: Menggunakan pendekatan kualitatif yang mendalam, memberikan gambaran lengkap tentang masalah implementasi program kesehatan jiwa di lapangan.
2. Kelemahan: Tidak adanya SOP yang spesifik dalam pelaksanaan program serta keterbatasan dalam cakupan penyuluhan dan distribusi obat.
Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya
Penelitian selanjutnya disarankan untuk fokus pada pengembangan SOP yang komprehensif, memperbaiki distribusi obat, dan meninjau ulang sistem rujukan berjenjang. Selain itu, disarankan untuk mengeksplorasi dampak sosialiasi program yang lebih luas di masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi.


