Gelar Apel Pagi, Kajati Jatim Ingatkan Jajaran Untuk Meningkatkan Profesionalisme

oleh -864 Dilihat
Gelar Apel Pagi, Kajati Jatim Ingatkan Jajaran Untuk Meningkatkan Profesionalisme.

Surabaya, AIANews.id  – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menggelar apel pagi pada Senin, 30 Desember 2024. Dalam amanatnya, Dr Mia Amiati yang sebagai Inspektur Upacara (Irup) selalu mengingatkan agar seluruh jajarannya meningkatkan profesionalisme dalam melakukan tugas pokok dan fungsi dengan baik.

Mia Amiati menuturkan bahwa waktu merupakan elemen yang penting dalam kehidupan manusia. Bahkan waktu dianalogikan sebagai uang yang mana sangatlah berharga bagi sebagian orang.

Selain itu, ada juga yang mengumpamakan ibarat sebuah pedang, dalam pengertiannya jika dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin tentu akan diperoleh suatu keberhasilan, tetapi gagal maka akan terluka olehnya.

“Kita sering kali lalai dalam memanfaatkan waktu itu, malah sering terucap “masih ada hari esok”, yang identik dengan semboyan orang-orang malas. Waktu adalah hal yang sangat berharga, nikmat dan karunia Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia ada di setiap waktu ketika kita bisa memanfaatkan waktu yang kita miliki sebaik mungkin,” kata Kajati Jatim.

Mia Amiati dihadapan seluruh pegawai, para jaksa dan pimpinan Kejati Jatim lainnya, merasa bangga dengan kontribusi dan capaian kinerja yang diberikan untuk kejati Jatim. Hal ini menjadi salah satu pendorong meningkatnya kepercayaan publik kepada Kejaksaan, khsususnya kepada institusi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya menghaturkan terimakasih atas dukungan dan capaian kinerja Bapak dan Ibu semunya sehingga dalam beberapa hal, Pimpinan memberikan penilaian yang sangat baik kepada Kejati Jatim,” ucapnya.

Untuk itu Kajati Jatim perempuan pertama itu mengingatkan kepada seluruhnya agar mempertahankan kinerja yang telah dicapai. Sebab mempertahankan lebih sulit daripada meraih prestasi seperti yang disampaikan oleh Bapak Jaksa Agung.

Baca Juga:  Diapresiasi Menkraf, Wali Kota Wahyu Sebut Kota Malang Optimis Jadi Penggerak Ekraf Nasional

“Mempertahankan sesuatu yang telah berhasil dicapai memang jauh lebih sulit daripada ketika kita berjuang untuk meraih keberhasilan. Karena untuk mempertahankan capaian prestasi diperlukan konsistensi dan komitmen yang kuat dari seluruh jajaran,” jelasnya.

“Untuk itu, saya mengingatkan kepada Bapak dan Ibu semuanya untuk tetap memiliki semangat yang sama untuk menjadikan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selangkah lebih maju daripada Kejaksaan Tinggi yang lainnya,” imbuhnya.

Kajati Jatim melanjutkan yang terpenting ialah meningkatkan profesionaliame seluruh jajaran dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi secara baik dan dilandasi dengan tingkat pengetahuan analisis yang terstruktur dan memadai.

“Untuk itu bagi Bapak dan Ibu Jaksa yang menangani perkara ataupun yang melaksankan kegiatan pengamanan projek strategis serta para JPN yang melaksanakan kegiatan pendampingan hukum pelajari dan kuasai berbagai teori serta peraturan perundang-undangan baik yang bersifat umum (UU, PP) maupun yang bersifat internal (PERJA, INSJA) sehingga dapat menjalankan pekerjaannya secara tuntas,” ungkapnya.

“Lakukan analisa yuridis secara baik dan komprehensif terutama terkait dengan pemahaman terhadap anatomi perkara yang memiliki kompleksitas tinggi sehingga dapat mereduksi setiap potensi kesalahan-kesalahan mendasar dalam penanganan suatu perkara,” tambahnya.

Masih kata Mia Amiati, hal ini sangat penting, sebab kualitas penanganan perkara yang dilaksanakan, secara tidak langsung akan menjadi tolok ukur yang menentukan kualitas indeks persepsi publik terhadap institusi Kejaksaan.

“Untuk itu dalam setiap penanganan perkara, khususnya perkara yang terjadi dalam lingkup penyelenggaraan pemerintahan daerah, agar dilaksanakan secara efektif, efisien, dan berkemanfaatan serta tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” tandasnya.

Dalam amanat terakhirnya, Kajati Jatim mengingatkan kembali tentang pentingnya menjaga moralitas dan integritas seperti berikut:

1.Seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Timur agar memiliki sense of crisis yang tinggi dan nurani yang baik di dalam dirinya masing-masing khususnya terkait dengan kapan mengambil sikap dan sikap apa yang tepat untuk diambil;

Baca Juga:  Nurul Huda Apresiasi Polres Gresik Ungkap Kasus Pencurian HP Kurang dari Satu Jam

2.Mempunyai kepekaan sosial saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas dan wewenang serta kehidupan bermasyarakat;

3.Memiliki perilaku yang konsisten dengan prinsip etika dan moral, yang mengandung nilai-nilai kejujuran dan penuh tanggung jawab atas amanah yang diberikan kepadanya.

4.Seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Timur agar menghindarkan dari segala perbuatan menyimpang dan tercela baik di setiap pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Terkait hal tersebut seluruh pejabat struktural di seluruh tingkatan agar menjadi role model bagi bawahannya serta melaksanakan fungsi Pengawasan Melekat (WASKAT) secara efektif.

5.Selalu menjaga martabat dan harga diri profesinya serta menjaga marwah institusinya. Ingat! Saudara sekalian merupakan Cerminan Wajah Kejaksaan di Masyarakat.

6.Mari berfokus terhadap apa yang bisa kita kerjakan dengan memberikan yang terbaik pada setiap kesempatan dengan tetap memperhatikan sense of humanity dalam setiap langkah yang kita ambil. Disamping itu marilah kita juga tetap menjaga semangat dalam bekerja, serta kita bangun pencapaian positif lainnya sebagai sumbangsih institusi kita bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

7.Semoga Allah Subhanahu Wataala, senantiasa memberikan perlindungan, kesehatan serta kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara. (alm)

No More Posts Available.

No more pages to load.