Jawab Tuntutan Industri Modern, Untag Surabaya Luncurkan Prodi Teknologi Rekayasa Manufaktur

oleh -180 Dilihat
Jawab Tuntutan Industri Modern, Untag Surabaya Luncurkan Prodi Teknologi Rekayasa Manufaktur.

SURABAYA, AIANews.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menunjukkan langkah inovatifnya di dunia pendidikan vokasi dengan meresmikan Program Studi (Prodi) baru jenjang Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Manufaktur.

Di bawah naungan Fakultas Vokasi, prodi ini hadir sebagai respons strategis Untag Surabaya terhadap dinamika dan kompleksitas kebutuhan industri manufaktur saat ini.

Dekan Fakultas Vokasi Ir Ichlas Wahid ST MBA menjelaskan bahwa prodi ini merupakan perpaduan unggul antara ilmu Teknik Mesin dan Teknik Industri.

Dengan komposisi pembelajaran yang didominasi praktik sebesar 70% dan didukung teori sebanyak 30% berstandar industri modern, pihaknya optimistis dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.

“Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya bergelar, tapi benar-benar kompeten dan siap terjun ke dunia kerja. Karena itu, kami naikkan level dari D3 ke D4, dengan orientasi praktik yang lebih kuat dan nyata di lapangan,” tegas Ichlas, Jumat, 18 April 2025.

Sementara itu, Kaprodi Teknologi Rekayasa Manufaktur Yusuf Eko Nurcahyo ST MT mengungkapkan, salah satu tantangan besar industri manufaktur di Indonesia adalah masih banyaknya produk komponen yang kurang presisi.

Tidak hanya itu, komponen juga mudah rusak akibat toleransi ukuran yang terlalu besar. Menjawab tantangan tersebut, prodi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan keahlian merancang dan memproduksi komponen industri berpresisi tinggi—fokus pada akurasi, daya tahan, serta efisiensi produksi.

“Kami lakukan survei langsung ke berbagai mitra industri, dan hasilnya menunjukkan kebutuhan besar terhadap kemampuan mendesain dan memproduksi komponen presisi tinggi. Ini bukan soal sekadar bisa membuat, tapi mampu membuat dengan akurasi dan kualitas yang terjaga,” terang Yusuf.

Dalam proses perkuliahannya, mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan praktik di bidang permesinan CNC otomatis dan manual, tetapi juga teknologi desain dan manufaktur berbasis komputer seperti CAD (Computer Aided Design), CAM (Computer Aided Manufacturing), dan CAE (Computer Aided Engineering.

Baca Juga:  Dugaan Tebus Bebas, Polsek Sukolilo Bantah Terima Rp170 Juta dari Tiga Tersangka Penggelapan Mobil

“Mahasiswa kami ajarkan keterampilan otomasi presisi, pemrograman PLC, sistem hidrolik presisi, serta manajemen mutu dan kualitas produksi,” kata Yusuf.

“Pembelajaran juga mencakup praktik pengelasan dan fabrikasi presisi, pemeliharaan mesin, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai standar penting dalam operasional industri,” lanjutnya.

Kualitas pembelajaran pun diperkuat melalui kerja sama strategis dengan mitra industri ternama seperti PT Bioli Lestari, CV Wahana Gear, PT Kintomo Engineering Group, dan PT Indoprima. (alm)