Kadispenad: Penyebab Percikan Awal Dalam Proses Investigasi

oleh -181 Dilihat
Kadispenad: Penyebab Percikan Awal dalam Proses Investigasi

PASURUAN,AIANews.id – Insiden kebakaran truk TNI membawa amunisi di jalan tol Gempol Pasuruan mendapat tanggapan dari Mabes TNI.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan soal kronologis insiden kecelakaan truk TNI AD di tol Gempol Pasuruan.

“Saya ingin menjelaskan secara utuh peristiwa yang terjadi di ruas Tol Gempol-Pandaan KM 774 pada Senin malam, 5 Mei 2025,” ujar Kadispenad mengawali pembicaraan kepada awak media, Selasa (6/5).

Menurutnya, kejadian ini merupakan bagian dari kegiatan Pergeseran Pasukan yang dilaksanakan oleh Yonif 509/BY Divif 2 Kostrad.

“Pasukan ini baru saja kembali dari penugasan di Papua,” cetusnya.

Setibanya di Surabaya melalui jalur laut dan bersandar di pelabuhan, pasukan melanjutkan perjalanan darat menuju home base mereka di Jember. Sebelum diberangkatkan, seluruh kendaraan dan perlengkapan telah melalui prosedur pemeriksaan ketat oleh tim teknis dari Detasemen Peralatan dan Detasemen Polisi Militer sesuai SOP yang berlaku.

Perjalanan sendiri, lanjutnya, dibagi dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama berjalan aman tanpa kendala. Pada gelombang kedua, kendaraan yang diberangkatkan adalah yang membawa perlengkapan dan amunisi.

Insiden bermula di ruas Tol Gempol-Pandaan Km 774 pada pukul 21.38 WIB saat salah satu truk bermuatan munisi dalam iring-iringan mulai mengeluarkan percikan api di bagian atasnya.

“Sopir truk di belakangnya melihat percikan itu dan segera memberi tahu pengemudi truk yang bersangkutan. Truk tersebut kemudian berhenti di sisi jalan untuk dilakukan pengecekan dan penanganan sementara,” jelasnya.

Saat proses pengecekan itulah muncul letupan kecil yang kemudian merembet dan membesar.

Melihat situasi tidak aman, dua personel yang berada di belakang truk tersebut dan sedang melakukan pengecekan langsung melompat mengamankan diri ke tepi jalan tol yang medannya berupa jurang.

Baca Juga:  Gibran Bakal jadi Kepala Pemerintahan Sementara Selama Prabowo Kunker, Istana Minta Tak Disalahartikan

Sementara personel lainnya dari truk di belakang bergerak cepat, ada yang menghubungi pemadam kebakaran, dan sebagian lagi segera mengatur lalu lintas agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Setelah api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman, dilakukan pengecekan lebih lanjut dan ditemukan dua personel yang sebelumnya melompat ke jurang,” katanya.

Dari dua personil itu, satu orang mengalami luka atas nama Serma Leonardus Dhino Adi Setiawan dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Shabara. Sedangkan satu orang lainnya, atas nama Serka Untung Avisilia, dinyatakan meninggal dunia.

“Penyebab percikan awal masih dalam proses investigasi oleh tim teknis TNI AD,” tegasnya.

Terkait dengan korban, TNI AD memberikan perhatian penuh. Serka Untung Avisilia adalah prajurit yang memiliki dedikasi tinggi, kami sangat berduka dan bertanggung jawab atas seluruh hak-haknya sebagai prajurit, rencananya almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya di Nganjuk, Jawa Timur.

“Kami memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar semua proses penanganan. Termasuk investigasi dapat berjalan lancar. TNI AD memahami bahwa peristiwa ini menjadi perhatian publik, dan kami berkomitmen menangani seluruh proses ini secara profesional,” jelas Kadispenad. (alm)