Kisah Pilu Jemaah Haji Jember: Demensia Kambuh, Satu Dirujuk, Satu Ditangani di Asrama Haji Rindu Rumah hingga Lupa Pakan Ternak

oleh -170 Dilihat
Salah seorang jemaah, tiba-tiba beranjak dan berlari keluar asrama sambil berteriak ingin kembali ke kampung halamannya.

SURABAYA, AIANews.id – Suasana kedatangan lima kelompok terbang (kloter) jemaah haji asal Kabupaten Jember di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada hari Sabtu 10 Mei 2025 diwarnai insiden yang menyentuh hati. Dua jemaah lansia dari Kloter 32 dilaporkan mengalami disorientasi sesaat setelah tiba.

Rombongan Kloter 31 hingga 35 yang berasal dari Jember tiba secara bertahap sejak pukul 07.00 WIB hingga 19.30 WIB.Namun, di tengah proses penerimaan, dua lansia jemaah haji menunjukkan gejala demensia yang mengkhawatirkan.

Achmad Sadin (90), salah seorang jemaah, tiba-tiba beranjak dan berlari keluar asrama sambil berteriak ingin kembali ke kampung halamannya di Tempurejo, Jember.

Sementara itu, Enjo Endin Parmo (70) mengungkapkan kerinduannya untuk pulang ke Jenggawah, Jember lantaran merasa lupa memberi makan sapi peliharaannya dan ingin segera mencari rumput untuk ternaknya.

Ketua Tim Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, dr. Mochamad Gesta Robi Farmawan, mengonfirmasi kejadian tersebut.

“Satu orang saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Menur, sementara satu jemaah lainnya masih dalam penanganan tim medis di klinik Asrama Haji,” jelas dr. Gesta.

Lebih lanjut, dr. Gesta menerangkan bahwa perubahan lingkungan dan kesulitan beradaptasi dapat menjadi pemicu gangguan perilaku pada jemaah haji, terutama pada usia lanjut.

“Kondisi seperti ini seringkali muncul akibat kecemasan yang berlebihan, sehingga jemaah mencari alasan untuk bisa kembali ke rumah,” imbuhnya.

Meskipun langkah-langkah pencegahan telah diupayakan, dr. Gesta mengakui bahwa kasus serupa masih kerap terjadi.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap jemaah lanjut usia.

Ia juga menyampaikan bahwa jemaah yang mengalami demensia diperbolehkan untuk diwakilkan (badal) ibadah hajinya.

“Akan lebih baik jika ibadah hajinya dibadalkan oleh anaknya, mengingat kondisi jemaah yang bersangkutan,” tuturnya dengan prihatin.

Baca Juga:  Baznas Sidoarjo Gelar Makan dan Pengobatan Gratis di Masjid Agung Sukodono

Dr. Gesta berharap agar ke depannya ada regulasi khusus yang mengatur penanganan jemaah dengan gangguan daya ingat, sebagai wujud kepedulian terhadap aspek kemanusiaan.

Hingga Sabtu malam, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 30 kloter dengan total 11.381 jemaah, yang merupakan sekitar 30 persen dari total 36.845 jemaah haji Embarkasi Surabaya.(alm)