Pengaruh Jaminan Kesehatan Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Primer di Perkotaan Indonesia: Adilkah Bagi Masyarakat Miskin?

oleh -625 Dilihat

Jakarta, 12 Januari 2025 – AIAnews.id | Kritikal Jurnal

Ringkasan Isi Jurnal (Abstrak)

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh jaminan kesehatan terhadap penggunaan pelayanan kesehatan primer di perkotaan Indonesia menggunakan data dari IFLS 5. Temuannya menunjukkan bahwa jaminan kesehatan lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kaya (prorich), meskipun program tersebut ditargetkan untuk masyarakat miskin (propoor). Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan pemerintah serta perluasan cakupan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Metodologi yang Digunakan

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data diperoleh dari survei IFLS 5, dianalisis menggunakan regresi logistik untuk mengevaluasi hubungan antara jaminan kesehatan dan pemanfaatan layanan kesehatan berdasarkan status ekonomi.

Kelebihan Metodologi:

  1. Data Representatif: Menggunakan data nasional (IFLS 5) yang mencakup wilayah Indonesia.
  2. Analisis Logistik: Tepat untuk menganalisis hubungan variabel independen (jaminan kesehatan) dengan dependen (pemanfaatan layanan).

Kelemahan Metodologi:

  1. Desain Cross-Sectional: Tidak dapat menentukan hubungan sebab-akibat.
  2. Keterbatasan Data Sekunder: Potensi bias laporan diri dari responden.

Temuan dan Analisis Data

Hasil menunjukkan bahwa:

  • Mayoritas masyarakat perkotaan (65%) menggunakan fasilitas kesehatan swasta.
  • BPJS lebih sering dimanfaatkan masyarakat kaya (prorich), sedangkan jaminan pemerintah lebih efektif bagi masyarakat miskin (propoor).
  • Pemanfaatan pelayanan kesehatan meningkat seiring kenaikan status ekonomi.

Kontribusi Jurnal terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan

  • Mengungkap ketimpangan akses pelayanan kesehatan: Berdasarkan status ekonomi di Indonesia.
  • Mendorong reformasi kebijakan kesehatan: Untuk meningkatkan efisiensi dan keadilan sistem jaminan kesehatan nasional.

Kekuatan dan Kelemahan Jurnal

Kekuatan:

  • Relevansi Kebijakan: Hasil dapat mendukung pengambilan kebijakan kesehatan nasional.
  • Analisis Stratifikasi Ekonomi: Membedah akses layanan kesehatan berdasarkan kelas ekonomi.

Kelemahan:

  • Keterbatasan Generalisasi: Fokus hanya pada masyarakat perkotaan.
  • Tidak Memasukkan Perspektif Kualitatif: Tidak ada eksplorasi mendalam mengenai persepsi masyarakat.
Baca Juga:  Melihat Kembali Sistem NJNP Dalam Pelayanan Vaksin Untuk Anak di Jurnal : “Dampak kebijakan No Jab, No Pay di Australia terhadap penggunaan vaksinasi – studi sebelum dan sesudah pada dua kelompok kelahiran nasional”

Rekomendasi untuk Penelitian Selanjutnya

  1. Pendekatan Longitudinal: Memahami dampak jangka panjang dari jaminan kesehatan.
  2. Analisis Kualitatif: Menggali preferensi masyarakat terhadap fasilitas kesehatan swasta atau pemerintah.
  3. Studi Perbandingan: Membandingkan akses jaminan kesehatan antara perkotaan dan pedesaan.