Yogyakarta, 21 Sept 2024 – AIAnews.id | Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi saksi bisu atas terselenggaranya Seminar dan Workshop Nasional bertajuk “Persepektif dan Penguatan Kolaboratif dalam Kesehatan Haji”. Acara yang diinisiasi oleh PERDOKHI dan Fakultas Kedokteran UII ini menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan dan menelaah isu-isu krusial seputar kesehatan haji.
Tema yang diangkat dalam seminar ini memiliki urgensi yang tinggi. Mengingat jumlah jemaah haji Indonesia yang besar setiap tahunnya, kesehatan jemaah menjadi prioritas yang membutuhkan perhatian dan penanganan komprehensif. Kolaborasi antar berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga kesehatan, akademisi, hingga organisasi masyarakat, menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan haji yang optimal.
Seminar ini menghadirkan tokoh-tokoh penting di bidang kesehatan dan haji, termasuk Prof. Ali Ghufron Mukti, Direktur Utama BPJS Kesehatan, dan Dr. Indra Gunawan, SE., SIP., M.Sc., anggota Badan Pelaksana BPKH, sebagai pembicara kunci. Kehadiran mereka memberikan gambaran komprehensif mengenai kebijakan dan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan haji.

Tak hanya itu, seminar ini juga menghadirkan diskusi panel yang kaya akan perspektif, yang diisi oleh Prof. Muhtarudin Mansyur, Prof. Muhammad Ilyas, Drs. Suwandi (Ketua Umum KBIHU DIY), dr. Mawari Edi, M.Epid., dan Dr. dr. Probo Suseno, SpPD K.Ger., membahas berbagai isu strategis, mulai dari manajemen penyelenggaraan haji, peningkatan kualitas kesehatan jemaah, hingga edukasi kesehatan haji kepada masyarakat.
Menariknya, seminar ini juga menyoroti urgensi transparansi dalam proses pendaftaran tenaga kesehatan haji Indonesia. Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan yang bertugas memiliki kompetensi dan dedikasi yang tinggi dalam melayani jemaah haji.
Sebagai penutup, workshop peningkatan kapasitas tenaga kesehatan haji menjadi agenda penting dalam mempersiapkan petugas kesehatan yang profesional dan siap pakai untuk musim haji 2025. Melalui pelatihan dan simulasi yang diberikan, diharapkan para tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang prima kepada para jemaah haji.
Seminar dan Workshop Nasional ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan oleh para pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang solid dan komitmen yang tinggi, kesehatan haji Indonesia yang optimal bukanlah mimpi belaka. (Bst)



