Evaluasi Pelayanan Kesehatan Haji di Embarkasi Surabaya demi Wujudkan Haji Sehat

oleh -331 Dilihat

Surabaya.aianews.id|Memberikan pelayanan kesehatan haji merupakan aspek penting dalam mempersiapkan perjalanan ibadah Jemaah ke Tanah Suci. Sebagai salah satu titik keberangkatan utama jemaah haji di Indonesia, Embarkasi Surabaya mempunyai tanggung jawab besar dalam memastikan jemaah mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Namun pelayanan kesehatan perlu dievaluasi secara berkala untuk mengetahui efektivitas dan kualitas pelayanan yang telah diberikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Embarkasi Haji Surabaya menghadapi berbagai tantangan. Dalam konteks penyediaan layanan, kajian mendalam mengungkap berbagai temuan penting dan klarifikasi yang memerlukan tindakan untuk meningkatkan layanan bagi jemaah haji.

Pertama, 16 orang dari total 39.284 jemaah dinyatakan tidak layak terbang pada pemeriksaan kesehatan tahap ketiga. Angka tersebut memang terbilang kecil. Namun perlu ditelusuri alasan medisnya agar dapat dilakukan kajian lebih lanjut guna meningkatkan kualitas kesehatan jemaah mulai dari rumah hingga tiba di Tanah Suci.

Tingginya angka kunjungan poliklinik embarkasi di Surabaya juga perlu mendapat perhatian. Tercatat, terdapat 948 kunjungan ke poliklinik selama masa embarkasi. Artinya, rata-rata kunjungan poliklinik per hari  adalah 10-53 kunjungan.

Hal tersebut merupakan indikasi kuat tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan di embarkasi. Gangguan kesehatan terbanyak berturut-turut dilihat dari catatan layanan poliklinik embarkasi adalah hipertensi (464 kasus), diabetes (36 kasus), anemia (34 kasus), infeksi saluran pernafasan akut (28 kasus) dan penyakit sistem pencernaan (26 kasus). Data ini dapat digunakan sebagai data wal untuk memetakan rencana kesehatan preventif yang lebih efektif sebelum keberangkatan, seperti pendidikan kesehatan, pemantauan status kesehatan secara berkala, pengelolaan penyakit kronis, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, didapati sebanyak 89 jemaah dirawat di rumah sakit karena penyakit berat seperti dugaan TBC, anemia, dugaan CVA+, pneumonia, penyakit ginjal kronik, penyakit paru obstruktif kronik, hipertensi, diabetes, dan demensia. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa jemaah mungkin belum mengetahui dengan baik status kesehatan mereka sebelum berangkat. Peningkatan pemeriksaan kesehatan dan pengawasan yang lebih ketat dapat membantu mengurangi jumlah rujukan ke rumah sakit secara signifikan.

Baca Juga:  Kisah Pilu Jemaah Haji Jember: Demensia Kambuh, Satu Dirujuk, Satu Ditangani di Asrama Haji Rindu Rumah hingga Lupa Pakan Ternak

Masalah selanjutnya adalah terkait tes kehamilan. Terdapat 9 dari 7.665 tes yang hasilnya positif kehamilan, dan 8 di antaranya masih diperbolehkan berangkat. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian dan skrining yang ketat sudah baik, namun perlu perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut lebih untuk menjamin keselamatan ibu hamil dan janin.

Pemeriksaan sanitasi, lingkungan, vektor dan layanan makanan di pesawat dan asrama haji menemukan kondisi baik dan sangat baik. Faktor-faktor tersebut terbukti sangat berpengaruh dalam menjaga kesehatan Jemaah. Seperti yang kita ketahui bersama, kesehatan tidak hanya bergantung pada pelayanan medis tetapi juga pada sanitasi dan kondisi lingkungan yang bersih.

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama, perlunya peningkatan fasilitas kesehatan, peralatan medis yang lebih canggih, dan ruang perawatan yang lebih memadai. Pemerintah dan pihak-pihak terkait harus bekerja sama menyediakan anggaran yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Selain itu, yang kedua, penting juga untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya kesehatan di kalangan jemaah haji selama menunaikan ibadah haji. Ketiga, sosialisasi dan edukasi tentang kesehatan haji harus difokuskan mulai dari sebelum pemberangkatan hingga kedatangan dan pemberangkatan. Jemaah harus diberikan informasi bagaimana caranya tetap sehat, mengenali kemungkinan gejala penyakit, dan apa yang harus dilakukan jika mengalami gangguan kesehatan.

Keempat, partisipasi jemaah juga penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan. Pandangan dan pendapat jemaah yang pernah merasakan proses pelayanan kesehatan pada saat embarkasi dapat menjadi sumber informasi yang berharga untuk mengevaluasi pelayanan yang ada. Dengan berfokus pada pengalaman dan tanggapan jemaah, pemberian layanan kesehatan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan mereka. BBKK Surabaya, dalam hal ini menyediakan kanal-kanal evaluasi, mulai dari link evaluasi pelayanan, layanan pengaduan, dan konsultasi kesehatan berbasis pesan teks melalui whatsapp official.

Baca Juga:  Gelar Nobar G30S PKI, Cara Kartar RT 2 Mrutu Kalianyar Tanamkan Ideologi Pancasila

Evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Embarkasi Haji Surabaya tentunya merupakan proses yang berkelanjutan. Tantangannya dapat bervariasi dari tahun ke tahun, sehingga evaluasi rutin dan menyeluruh penting untuk memastikan semua aspek dipertimbangkan dan ditingkatkan. Pemerintah dan pihak terkait harus bekerja sama untuk menciptakan layanan medis dan kesehatan yang lebih baik bagi jemaah haji. Dengan langkah perbaikan yang tepat dan komitmen yang kuat dari semua pihak, diharapkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Embarkasi Haji Surabaya dapat terus ditingkatkan.

Last but not least, evaluasi pelaksanaan pelayanan kesehatan embarkasi haji Surabaya menunjukkan bahwa walaupun banyak hal yang berjalan dengan baik, namun masih ada beberapa hal yang memerlukan perhatian dan perbaikan khusus. Kami berharap dapat terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji dengan meningkatkan pemeriksaan kesehatan, memperkuat pendidikan kesehatan, serta memperkuat koordinasi dan kerja sama antar semua pihak terkait. Disini, kolaborasi antar pihak terkait menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan layanan kesehatan haji. Dan Tujuan akhir dari semua upaya tersebut adalah untuk memberikan pengalaman ibadah haji yang lebih nyaman dan aman kepada seluruh jemaah, sehingga dapat menunaikan ibadah haji dengan khusyuk dan lancar dan pulang ke tanah air dengan kondisi sehat.

No More Posts Available.

No more pages to load.