Surabaya, AIANews.id – Suasana meriah menyelimuti Kebun Binatang Surabaya (KBS) di hari pertama tahun 2025. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru tumpah ruah untuk menyaksikan beragam satwa dan menikmati suasana alam di tengah kota.
Beberapa wahana menjadi pusat perhatian, seperti area pemberian makan rusa. Sorak anak-anak terdengar nyaring saat melihat jerapah dari dekat. Tidak hanya melihat mereka juga berinteraksi langsung dengan memberikan makan satwa berleher panjang tersebut.
Sorotan juga tertuju pada GIZ Park, Animal Story, dan wahana tunggang gajah yang tak pernah sepi pengunjung. Kehadiran singa putih bernama Zeus dan Kiara pun semakin menambah semarak KBS, menarik perhatian pengunjung dari berbagai lintas usia.
Selain itu, KBS juga menghadirkan rangkaian acara dengan konsep One Stop Entertainment yang benar-benar memanjakan penonton dengan beragam pertunjukan menarik.
Suara merdu angklung Surabaya yang membahana, tarian Reog Ponorogo yang memukau dengan topeng singo-nya yang megah, serta dinamisnya Jaranan Turonggo Trisno Budoyo sukses memikat hati.
Tak hanya itu, alunan musik live yang syahdu dan dongeng anak yang menghibur dari Kak Haris semakin melengkapi keseruan acara. Bahkan, sesi Keeper Talk memberikan kesempatan bagi penonton untuk lebih dekat dengan para seniman dan mengetahui kisah di balik setiap pertunjukan.
Lingtang Ratri Sunarwidhi selaku Kasi Humas KBS menyampaikan, Kebun Binatang Surabaya sukses menjadi magnet bagi ribuan pengunjung di hari pertama tahun baru 2025. Dengan jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 46.000 orang, KBS membuktikan diri sebagai salah satu destinasi wisata favorit keluarga di Surabaya.
“Hari pertama tahun baru, tercatat lebih dari 46 ribu orang memadati KBS, ” kata Lintang kepada Memorandum, Rabu (1/1/2025).
Lintang menyampaikan bahwa hari ini memang telah diprediksi menjadi puncak wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru sejak 23 Desember 2024. “Puncak kunjungan KBS kami prediksi hari ini,” jelasnya.
Dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 39 ribu pengunjung, tentu tahun ini sudah melampaui jumlah tersebut. Adapun peningkatan tahun baru kali ini dibandingkan tahun baru 2024, salah satunya dari kontribusi wahana baru dan tunnel atau terowongan baru.
Dibandingkan dengan hari sebelumnya yang hanya mencatat 16 ribu pengunjung, lonjakan ini menunjukkan daya tarik KBS sebagai destinasi wisata yang tak pernah lekang oleh waktu
“Mayoritas pengunjung 60 persen dari Surabaya, 40 persen dari luar daerah,” tambahnya.
KBS sebelumnya telah mempersiapkan segala sesuatunya menghadapi lonjakan pengunjung, mulai dari penambahan loket, petugas hingga fasilitas pendukung lainnya. Termasuk mengantisipasi cuaca ekstrem, KBS memastikan sarana prasarana tenda di beberapa titik sudah didirikan. (alm)





