Surabaya, AIANEWS.ID – Sebuah studio tidak selalu hanya menjadi tempat menyalakan kamera dan merekam gambar. Di tangan orang-orang yang memiliki visi, studio dapat berubah menjadi ruang lahirnya gagasan, tempat ilmu dipertemukan dengan teknologi, dan menjadi jembatan bagi pesan-pesan kebaikan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Semangat itulah yang terasa di Studio 2 SMK Muhammadiyah 2 Surabaya atau SMK MUDA pada Sabtu (26/9/2026). TVMu Jatim 1 PDM Sidoarjo dan PDM Pasuruan melaksanakan produksi tiga tapping Program Ngaso dengan menghadirkan pembahasan mengenai kecerdasan buatan, ekologi, serta kemandirian ekonomi umat.
Tiga tema tersebut seakan menggambarkan tiga persoalan besar yang tengah dihadapi masyarakat hari ini: bagaimana manusia bersahabat dengan teknologi, bagaimana menjaga bumi sebagai amanah, dan bagaimana membangun kemandirian ekonomi umat. Ketiganya dikemas melalui medium televisi agar gagasan tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi dapat hadir di tengah masyarakat.
Produksi pertama berlangsung pukul 08.00–08.50 WIB dengan tema “Artificial Intelligence dan Dakwah Berkemajuan.” Rozak Akbar, S.Fil.I., M.Pd., Ketua Divisi Dakwah Digital Majelis Tabligh PD Muhammadiyah Sidoarjo sekaligus Mudir Muhammadiyah Boarding School (MBS) Porong Sidoarjo, hadir sebagai narasumber. Sesi tersebut dipandu Ferry Yudi Antonis Saputro, S.H.I., M.Pd.I., C.STMI., Gr.
Tema ini menjadi relevan ketika perkembangan Artificial Intelligence semakin memasuki berbagai bidang kehidupan. Teknologi tidak cukup hanya dipahami sebagai kecanggihan, tetapi perlu diarahkan agar menjadi instrumen yang menghadirkan kemanfaatan, termasuk dalam pengembangan dakwah yang lebih kreatif, adaptif, dan mampu menjangkau generasi digital.
Pada sesi kedua, pukul 09.00–09.50 WIB, pembahasan bergeser pada persoalan lingkungan melalui tema “Muhammadiyah dan Ekologi: Membangun Peradaban Hijau.” Dr. Kumara Adji Kusuma, S.Fil.I., CIFP., Wakil Ketua Majelis Tabligh PD Muhammadiyah Sidoarjo sekaligus Dosen UMSIDA, menjadi narasumber dengan M. Adi Pramono, S.Th.I., Gr., sebagai host.
Sementara sesi ketiga, pukul 10.00–10.50 WIB, mengangkat tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Syariah.” Prof. Dr. Drs. Sriyono, M.M., CIQnR, CSA., Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PD Muhammadiyah Sidoarjo sekaligus Guru Besar bidang Ilmu Manajemen UMSIDA, menjadi narasumber. Sesi ini kembali dipandu M. Adi Pramono, S.Th.I., Gr.
Menariknya, produksi tersebut tidak hanya menjadi agenda TVMu Jatim 1. Kehadiran program Ngaso di Studio 2 SMK MUDA juga menjadi bagian dari perjalanan sekolah dalam membangun budaya pendidikan yang semakin dekat dengan teknologi dan kebutuhan zaman.
Bagi SMK MUDA, studio bukan sekadar ruangan dengan kamera, lampu, switcher, dan perangkat audio. Studio menjadi laboratorium nyata tempat teknologi dipelajari melalui pengalaman. Di dalamnya terdapat proses kreatif, komunikasi, kerja tim, kedisiplinan, penguasaan perangkat, hingga kemampuan mengubah sebuah gagasan menjadi produk audiovisual yang dapat dinikmati masyarakat.
Produser Program Ngaso, Ferry Yudi Antonis Saputro, S.H.I., M.Pd.I., C.STMI., Gr., menegaskan bahwa era digital seharusnya tidak hanya membuat manusia menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sarana kebermanfaatan.
> “Di zaman digitalisasi, teknologi harus bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan kebermanfaatan melalui IT, seperti penyiaran dan dokumentasi. Teknologi bukan hanya tentang perangkat, tetapi tentang bagaimana perangkat itu digunakan untuk menyampaikan pesan yang baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat.”
Pesan tersebut memiliki makna penting bagi SMK MUDA. Sekolah vokasi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga generasi yang mampu menciptakan, mengelola, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Karena itu, kolaborasi dengan TVMu Jatim 1 menjadi pengalaman yang bernilai. Peserta didik dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah produksi media profesional dibangun, mulai dari persiapan, pengambilan gambar, tata suara, pencahayaan, komunikasi host dan narasumber, hingga proses dokumentasi.
Di titik inilah kemajuan sekolah tidak hanya diukur dari seberapa lengkap fasilitas yang dimiliki, tetapi dari seberapa jauh fasilitas tersebut mampu dihidupkan menjadi pengalaman belajar yang bermakna.
Menurut pembina Broadcasting SMK MUDA, Qonik Hanifa, S.Pd., Gr., M.M menegaskan bahwa sekolah berkemajuan adalah sekolah yang tidak takut memasuki masa depan. Teknologi tidak dijauhi, tetapi didekati dengan nilai. Digitalisasi tidak sekadar diikuti, tetapi diarahkan untuk melahirkan karya. Dan media tidak hanya digunakan untuk menampilkan sekolah, tetapi menjadi sarana untuk menyebarkan ilmu, dakwah, kreativitas, serta inspirasi, ungkapnya”.
Dari Studio 2 SMK MUDA, tiga tema besar pun menemukan ruangnya. Kecerdasan buatan mengajak manusia bersiap menghadapi masa depan, ekologi mengingatkan pentingnya menjaga bumi, sementara ekonomi syariah mendorong kemandirian umat.
Ketiganya menjadi pesan bahwa kemajuan sejati bukan hanya tentang semakin canggihnya teknologi, melainkan tentang bagaimana kecanggihan tersebut tetap berpijak pada nilai, kemanusiaan, kebermanfaatan, dan cita-cita membangun peradaban.



