Upaya Pencegahan dan Penanganan Penyakit Tidak Menular: Tantangan dan Solusi

oleh -1069 Dilihat

Jakarta, 12 Januari 2025 – AIAnews.id | Penyakit tidak menular adalah jenis penyakit yang tidak dapat ditularkan antar individu dan berkembang secara perlahan dalam jangka waktu yang panjang. Dalam tahap awal, penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya. Skrining menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan, memungkinkan individu untuk mengetahui adanya penyakit dalam diri mereka, serta mencegah komplikasi yang dapat mengurangi produktivitas atau bahkan menyebabkan kematian lebih cepat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tidak menular menyebabkan 41 juta kematian setiap tahunnya, yang setara dengan 74% dari total kematian global. Lebih dari 15 juta kematian terjadi pada individu berusia antara 30 hingga 69 tahun, dengan 85% kematian tersebut terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi, diikuti oleh kanker, penyakit pernapasan, dan diabetes, yang masing-masing menyumbang lebih dari 80% kematian akibat penyakit tidak menular.

Sebagian besar penyakit tidak menular disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat dicegah dan dimodifikasi, seperti pola perilaku yang terkait dengan konsumsi alkohol, tembakau, garam, serta kurangnya aktivitas fisik. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program promosi kesehatan untuk mengurangi konsumsi garam, gula, lemak, alkohol, dan tembakau, serta meningkatkan aktivitas fisik dan istirahat yang cukup. Salah satu komponen penting dalam pencegahan penyakit ini adalah pengendalian faktor risiko yang dapat dimodifikasi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal berjudul “Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe” oleh Putu Sudayasa pada tahun 2020 melaporkan bahwa dari 67 responden, 28,35% mengalami hipertensi, 37,31% memiliki kadar kolesterol tinggi, 14,92% mengalami kadar gula darah yang tinggi, dan 8,95% memiliki kadar asam urat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang berisiko mengalami komplikasi penyakit tidak menular karena kurangnya skrining yang dilakukan.

Baca Juga:  Judi Online : Ancaman Nyata di Era Digital

Konsep pengobatan prediktif, preventif, dan personalisasi (PPPM) dapat menjadi solusi efektif untuk penyakit tidak menular. PPPM berfokus pada prediksi kecenderungan individu terhadap suatu penyakit, pencegahan yang terfokus, dan pengembangan pengobatan individual yang efisien. Dalam rangka pencegahan, penting untuk meningkatkan pendidikan kesehatan di masyarakat, melakukan pencegahan terhadap komplikasi, dan menyediakan penanganan yang efektif di puskesmas dan rumah sakit.

Dalam agenda 2030, WHO mengakui penyakit tidak menular sebagai tantangan utama dan berkomitmen untuk mengurangi sepertiga kematian dini akibat penyakit ini. WHO akan memimpin koordinasi global terhadap promosi kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan.

Kesimpulan :

Setiap individu berhak mendapatkan standar kesehatan terbaik dari negara dan global. Meskipun di tengah krisis, penting untuk terus memastikan pencegahan dan pengobatan yang sesuai bagi mereka yang menderita penyakit tidak menular. Diharapkan, upaya kesehatan global dapat mengatasi perubahan iklim dan polusi, serta memastikan pasokan makanan yang sehat. Kebijakan transportasi berkelanjutan juga menjadi langkah penting dalam mendorong masyarakat untuk berolahraga, sehingga dapat mengurangi angka penyakit tidak menular. Pencegahan yang efektif dan perawatan yang baik akan memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan pendidikan, memperbaiki lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Referensi :

  1. Puskesmas Danurejan II, 2019. Apa Itu Penyakit Tidak Menular?. Link : https://danurejan2pusk.jogjakota.go.id/detail/index/9898
  2. Puskesmas Praya, 2020. Penyakit Tidak Menular (PTM) Kini Ancam Usia Muda. Link : https://puskesmaspraya.lomboktengahkab.go.id/berita/penyakit-tidak-menular-ptm-kini-ancam-usia-muda
  3. Putu Sudayasa dkk, 2020. Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe. Journal of Community Engagement in Health.
  4. Rifky Octavia Pradipta, S.Kep., Ns., M.Kep, 2023. Tantangan Indonesia dalam Menghadapi Penyakit Tidak Menular. Link : https://unair.ac.id/tantangan-indonesia-dalam-menghadapi-penyakit-tidak-menular/
  5. WHO, 2024. Noncommunicable diseases: Mortality. Link : https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/topic-details/GHO/ncd-mortality
  6. WHO, 2025. Noncommunicable diseases. Link : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases