Kritik Jurnal yang berjudul “Burden of non-communicable diseases attributable to high temperature in a changing climate from 1990 to 2019: a global analysis”

oleh -271 Dilihat

Jakarta, 12 Januari 2025 – AIAnews.id | Kritikal Jurnal

Ringkasan Isi Jurnal (Abstrak)

Jurnal yang berjudul “Burden of non-communicable diseases attributable to high temperature in a changing climate from 1990 to 2019: a global analysis” merupakan sebuah penelitian yang ditulis oleh Jin-Dan Zhang, dkk yang dipublikasi melalui BMC Public Health pada September 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan perhatian pada isu perubahan iklim global yang terjadi, ancaman kesehatan pada penyakit tidak menular akibat suhu tinggi yang ekstrim di suatu lingkungan telah mendapat perhatian penuh. Akan tetapi, pola spasiotemporal dari beban penyakit tidak menular yang disebabkan oleh suhu tinggi belum terlaporkan secara sistematis. Penelitian tersebut bertujuan untuk menganalisis suatu wilayah dengan populasi yang rentan berdasarkan profil terperinci untuk beban penyakit tidak menular yang disebabkan oleh suhu tinggi secara global.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit dengan mengikuti sekelompok orang dengan metode kohort dari waktu ke waktu untuk melihat bagaimana faktorsuhu tinggi secara global dengan kisaran waktu dari tahun 1990 dan 2019. Didalam penelitian ini dilakukan analisis dari perbedaan berdasarkan wilayah, jenis kelamin, dan indeks sosiodemografi.

Temuan Dan Analisis Data

Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan beberapa tahapan pengujian. Pertama, menggunakan jumlah dan tingkat kematian yang disesuaikan dengan usia dan Disability-Adjusted Life Year (DALY) untuk menggambarkan suatu beban penyakit tidak menular yang disebabkan oleh suhu tinggi pada tahun 1990 dan 2019, dan juga menerapkan perkiraan perubahan persentase tahunan untuk menilai tren temporal yang terjadi dari tahun 1990 hingga tahun 2019. Kedua, berdasarkan data angka kematian terstandarisasi usia dan angka DALY terstandarisasi usia di berbagai negara dan kawasan di seluruh dunia pada tahun 2019, penelitian ini menunjukkan beban suatu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh suhu tinggi dengan menggunakan konstruksi peta. Dari hasil analisis menunjukkan perbedaan dalam penyakit tidak menular dan penyebab spesifik dari penyakit tersebut berdasarkan jenis kelamin, dan memverifikasi korelasi SDI (Surface Distress Index) dengan angka kematian standar berdasarkan usia dan angka kematian standar berdasarkan usia yang disesuaikan dengan suhu tinggi dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson.

Dari hasil temuan dalam penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ASMR dan ASDR global dari PTM yang disebabkan oleh suhu tinggi menunjukkan tren peningkatan dari tahun 1990 hingga 2019.

Baca Juga:  Hubungan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) orang tua dengan kejadian stunting di Kelurahan Air Hitam Kota Samarinda

Selain itu, beban PTM terkait suhu tinggi bervariasi antara jenis kelamin yaitu laki-laki lebih tinggi daripada Perempuan. Secara kuantitatif, jumlah kematian akibat PTM yang disebabkan oleh suhu tinggi meningkat lebih dari enam kali lipat selama 30 tahun dari tahun 1990 hingga 2019 secara global. Dari tahun 1990 hingga 2019, EAPC untuk ASMR lebih tinggi pada pria dibandingkan pada wanita dan demikian pula, EAPC ASDR pada pria juga lebih tinggi dibandingkan pada wanita, yang menunjukkan bahwa kedua jenis kelamin menunjukkan tren peningkatan ASR dan peningkatannya lebih cepat pada pria.

Kontribusi Jurnal Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Dengan adanya perhatian besar pada isu perubahan iklim global yang terjadi saat ini, risiko dari  penyakit tidak menular akibat suhu tinggi yang ekstrim di suatu lingkungan telah mendapat perhatian penuh untuk dilakukan pengembangan penelitian dari ilmu pengetahuan. Dengan adanya penelitian ini dapat mendapatkan tujuan untuk menganalisis suatu wilayah dengan populasi yang rentan dari beban penyakit tidak menular yang disebabkan oleh suhu tinggi secara global. Dengan menganalisis lebih lanjut beban penyakit tidak menular secara spesifik penyebab yang disebabkan oleh salah satunya suhu tinggi dan perbedaannya menurut jenis kelamin dan usia, hal ini dapat menunjukkan beban penyakit dari faktor risiko tersebut tiadk bisa dipungkiri dan menjadi perhatian lebih untuk kita semua.

Kekuatan dan Kelemahan Jurnal

a. Kekuatan Jurnal

Dengan variable penelitian yang berdasarkan isu lingkungan yakni suhu tinggi dapat membuat perhatian penuh dari pembaca jurnal ini dan juga akan menggerakkan orang lain untuk membaca dan melanjutkan penelitian tersebut karena maraknya isu global terhadap suhu tinggi yang sedang terjadi di belahan dunia.

b. Kelemahan Jurnal

Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, seperti contohnya adalah bias data tidak dapat dihindari. Pertama, Beban penyakit global tahun 2019 tidak memperkirakan paparan suhu tinggi menggunakan metode yang memperhitungkan potensi sinergi antara faktor risiko yang lain. Selain itu, pola ketersediaan data untuk pengukuran paparan suhu tinggi tidak konsisten di berbagai lokasi dan waktu pada negara tertentu. Penentuan penyebab kematian itu rumit dan sangat kompleks, sehingga bias dalam hal kematian dapat terjadi dan data menjadi bias. Hal lain juga perbedaan suatu daerah atau wilayah dengan teknologi diagnosis medis yang buruk lebih mungkin data mengalami kesalahan data. Keterbatasan jumlah penyakit tidak menular yang spesifik yang dimasukkan dalam beban penyakit global tahun 2019 dan data dari daerah dengan aksesibilitas layanan kesehatan yang rendah dan buruk mungkin dapat menyebabkan rendahnya perkiraan tingkat deteksi ada penyakit tidak menular. Selanjutnya banyak faktor yang memengaruhi penyakit tidak menular, namun, peneliti hanya meneliti efek suhu tinggi karena keterbatasan data dari beban penyakit global 2019.

Baca Juga:  Mempelajari Program Makanan Siang Gratis India Untuk Meningkatkan Pemahaman Program Makanan Gratis Indonesia Melalui Sebuah Kritik Jurnal

Rekomendasi Untuk Penelitian Selanjutnya

Rekomendasi pada penlitian selanjutnya di masa mendatang, banyak pertimbangan yang harus diberikan untuk menggunakan data yang lebih komprehensif dan terperinci untuk memasukkan faktor-faktor lain dalam faktor risiko penyakit tidak menular seperti polusi udara, budaya, dan gaya hidup, s osial, ekoknomi sebagai variabel kontrol lain dalam studi. Selain itu, dalam GBD 2019, orang yang berusia 95 tahun atau lebih digabungkan menjadi satu kelompok usia dan jumlah kematian beberapa penyakit tidak menular dengan penyebab yang spesifik pada orang yang berusia di bawah 20 tahun masih kecil. Hal lain yang tidak bisa dipungkiri adalah jenis penyakit tidak menular yang termasuk dalam penelitian ini mungkin tidak cukup komprehensif karena terbatasnya jumlah penyakit dari penyakit tidak menular yang spesifik yang termasuk dalam beban penyakit global tahun 2019.

Hal yang tidak kalah krusial adalah melibatkan pemangku kepentigan global yakni PBB sebagai subjek dalam pembuat kebijakan global yang mayoritas akan diikuti oleh kepala negara di seluruh dunia dimana dalam penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu kebijakan untuk rekomendasi dari faktor isu lingkungan terutama suhu tinggi untuk dapat memperkuat hasil penelitian dan mempercepat penerapan kebijakan yang lebih sesuai dengan konteks isu pemanasan global.

Referensi :

Jin-Dan Zhang dkk, 2024. Burden of non-communicable diseases attributable to high temperature in a changing climate from 1990 to 2019: a global analysis. BMC Public Health, 24:2475