Kegiatan Ramadhan Di Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya

oleh -125 Dilihat
Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya.

SURABAYA, AIANews.id — Masjid Rahmat yang terletak di kawasan Kembang Kuning, Surabaya, bukan hanya menjadi pusat ibadah bagi masyarakat sekitar, tetapi juga memiliki peran penting dalam pembinaan mualaf. Dengan sejarah panjang yang terkait dengan Sunan Ampel, masjid ini menjadi salah satu situs religi bersejarah di Kota Pahlawan.

Menurut Pak Mustar Bakri, staf yayasan yang menangani mualaf di Masjid Rahmat, masjid ini memiliki akar sejarah yang mendalam.

“Masjid Rahmat tidak terlepas dari perjalanan spiritual Mbah Raden Rahmatullah atau Sunan Ampel,” ujarnya.

Pada abad ke-14, Sunan Ampel singgah di Kembang Kuning dalam perjalanan dakwahnya dari Majapahit menuju Ampel Denta. Di tempat ini, beliau bertemu dengan Ki Bang Kuning,

seorang tokoh lokal yang kemudian memeluk Islam dan menjadi santri Sunan Ampel. Ki Bang Kuning juga dikenal sebagai mertua Sunan Ampel karena putrinya, Nyai Karimah, dinikahi oleh sang wali.

Nama Rahmat sendiri diambil dari nama Sunan Ampel, yaitu Raden Rahmatullah.

“Jadi, masjid ini dinamakan Masjid Rahmat sebagai bentuk penghormatan kepada beliau,” jelas Pak Mustar.

Selama bulan Ramadan, Masjid Rahmat dipenuhi aktivitas keagamaan yang melibatkan ribuan jemaah. Setiap hari, salat tarawih diikuti dengan tadarus Al-Qur’an. Tak hanya itu, masjid ini juga menyediakan takjil gratis bagi para jemaah dengan jumlah mencapai 600-700 bungkus per hari.

Di samping itu, ada program kuliah zuhur, qiamul lail, dan sahur bersama pada malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Program sahur bersama ini dihadiri lebih dari 300 peserta, termasuk jemaah dari luar daerah Kembang Kuning.

Masjid Rahmat juga memiliki Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat), yang menjadi rujukan waktu salat bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Setiap waktu salat, radio ini menyiarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan ceramah singkat sebelum adzan berkumandang.

Baca Juga:  Banser Kerahkan 3.000 Personel untuk Amankan Puncak Harlah ke-102 NU di Istora Senayan

Salah satu kegiatan unggulan Masjid Rahmat adalah pembinaan mualaf. Pak Mustar menjelaskan bahwa proses penerimaan mualaf dilakukan setiap hari kerja, mulai pagi hingga sore.

“Kami membantu mulai dari ikrar syahadat, pembinaan lanjutan, hingga pembuatan dokumen legalitas seperti surat ikrar,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi.

“Setiap hari ada saja orang yang datang untuk memeluk Islam. Kami senang bisa membantu mereka menemukan hidayah,” tambah Pak Mustar.

Dalam menyambut Ramadan, pengurus Masjid Rahmat telah mempersiapkan sarana-prasarana seperti tempat wudu, jadwal salat yang diambil dari Kementerian Agama, serta donasi dari masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme jemaah sangat tinggi. Banyak yang hadir untuk tarawih, kajian, hingga qiam lail,” ungkap Pak Mustar.

Untuk mendukung kegiatan selama Ramadan, masjid ini juga menerima donasi dari masyarakat. Donatur dapat langsung mendatangi sekretariat masjid untuk memberikan sumbangan.

“Donasi ini digunakan untuk operasional masjid, penceramah, dan program sosial seperti sahur bersama,” jelasnya.

Pengurus Masjid Rahmat berharap agar masjid ini semakin bermanfaat bagi masyarakat luas, baik dari Surabaya maupun luar kota.

“Kami ingin Masjid Rahmat menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah, belajar, dan berbagi,” tutup Pak Mustar.

Masjid Rahmat Kembang Kuning tidak hanya menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di Surabaya, tetapi juga terus berperan aktif dalam membangun masyarakat yang religius dan inklusif. (alm)