Perjuangan Ayah dan Ketangguhan Mahasiswa Baru Unair di Tengah Ujian Biaya Kuliah

oleh -12 Dilihat

SURABAYA,AIAnews.id — Keberhasilan menembus perguruan tinggi negeri menjadi momen membanggakan bagi Nathaniela Lenanny Subagio saat dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru program studi Ilmu Ekonomi di Universitas Airlangga Surabaya.

Namun, di balik kebahagiaan tersebut, terdapat kisah perjuangan finansial dan ketangguhan mental yang mendalam.

​Perjalanan pendidikan Nathaniela beriringan dengan kondisi kesehatan sang ayah yang harus berjuang melawan sakit.

Selama 17 tahun, ayahnya menjalani prosedur cuci darah atau hemodialisis secara rutin dua kali dalam seminggu di RS UD Dr. Mohamad Soewandi, Surabaya.

Dengan mengandalkan program BPJS Kesehatan, keluarga ini berupaya menyelaraskan biaya pengobatan, kebutuhan hidup harian, dan biaya pendidikan tinggi.

​Kondisi ekonomi yang terbatas sempat memicu kekhawatiran dan rasa bersalah dalam diri Nathaniela. Kendati demikian, kegigihan sang ayah yang tidak pernah menyerah menjadi sumber inspirasi utama baginya dalam menjalani masa adaptasi kampus, tugas akademis, serta dinamika perkuliahan di Unair.

​Pengalaman hidup tersebut turut memberikan perspektif baru bagi Nathaniela dalam memahami bidang studi yang diambilnya.

Menurutnya, ilmu ekonomi bukan sekadar teori, angka, atau pengeluaran semata, melainkan realitas yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia dan keterbatasan akses terhadap pendidikan.

​Nathaniela menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan studi hingga tuntas sebagai wujud penghormatan atas pengorbanan sang ayah.

Ia menilai bahwa biaya kuliah bukan sekadar nominal finansial yang dibayarkan setiap semester, melainkan simbol dari perjuangan, pengorbanan, dan kasih sayang seorang ayah demi masa depan anaknya.(*)

Baca Juga:  Pulang Dari Tanah Suci Kisah Tukang Pijat Surabaya, Jadi Penolong Jemaah Haji di Makkah Dan Madinah