Praktik Promosi Kesehatan

oleh -409 Dilihat

Jakarta, 12 Januari 2025 – AIAnews.id | Mencegah lebih baik daripada mengobati atau Mens Sana in Corpore Sano merupakan semboyan yang sering diperdengarkan, promosi kesehatan atau health promotion merupakan sebuah upaya yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan berkolaborasi dengan Masyarakat untuk mencapai tujuan Indonesia Sehat. Perkembangan promosi kesehatan di Indonesia, sebelumnya dikenal dengaan Penyuluhan Kesehatan. Perubahan nomenklatur dipengaruhi oleh perkembangan dunia dengan munculnya Konferensi Internasional tentang pencegahan (prevention) di Kanada pada tahun 1986 yang dikenal dengan nama Ottawa Charter yang merumuskan 3 strategi promosi kesehatan yaitu advoakasi, penerapan, dan mediasi.

Pada deklarasi Alma Ata tahun 1978 dan Pertemuan Tingkat Tinggi Peserikatan Bangsa-Bangsa pada Tahun 2023 telah disampaikan pentingnya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit seringkali diabaikan pada kegiatan reformasi pendanaan. Oleh karena itu, mendorong lebih banyak investasi dalam sistem preventif untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi sesuai standar kesejahteraan fisik, mental, sosial setinggi mungkin, memiliki produktivitas, dan kualitas hidup yang tinggi.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi praktik promosi kesehatan tidak maksimal adalah sebagai berikut

  1. Tenaga professional yang berkompeten di bidang promosi kesehatan masih terbatas dan kurang untuk melaksanakan pelayanan promosi kesehatan seperti homecare, penyuluhan, dan demonstrasi praktik promosi kesehatan terutama pada daerah-daerah terpencil.
  2. Praktik promosi kesehatan yang ada pada saat ini terbatas pada kegiatan internal di fasilitas kesehatan dan sering terabaikan inisiatif promosi kesehatan seperti kegiatan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat yang mendorong aktivitas fisik positif dengan target populasi
  3. Pembiayaan promosi kesehatan yang sulit digambarkan karena keterbatasan akses terhadap data tentang alokasi anggaran yang digunakan, data pengeluaran dari kegiatan promosi kesehatan, dan kulitas data yang buruk, hal ini ditunjang dengan kurangnya regulasi untuk mengatur mekanisme akses data pengeluaran anggaran untuk promosi kesehatan.
  4. Belum adanya prioritas penyakit yang menjadi fokus penyelesaian dalam rencana strategis nasional. Penerapan prioritas dapat membantu praktik promosi kesehatan dalam menyusun strategi seperti anggaran, implementasi, dan evaluasi kegiatan lebih baik terutama dalam situasi keterbatasan sumber daya. Proses pengambilan Keputusan sosial dengan keterlibatan aktif dari seluruh stakeholder merupakan bagian integral untuk mencapai kesehatan yang baik, termasuk dalam pemilihan prioritas penyakit.
Baca Juga:  Kecerdasan dan Intuisi: Duet Maut dalam Dunia Sastra

Memastikan bahwa semua kegiatan promosi kesehatan berbasi dengan data yang jelas dan didukung oleh pengembangan kapasitas yang baik dari seluruh promotor kesehatan merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan promosi kesehatan secara efektif. Pelatihan untuk promotor kesehatan secara professional yang mengkhususkan diri dalam promosi kesehatan di tingkat perawatan primer dapat mendorong inisiatif promosi kesehatan yang lebih baik. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan kapasitas untuk para promotor kesehatan, meningkatkan kualitas data kegiatan promosi kesehatan, dan melakukan pemilihan prioritas penyakit nasional sebagai rencana strategis nasional untuk menjadi fokus penyelesaian.

Praktik promosi kesehatan merupakan investasi jangka panjang karena praktik promosi kesehatan ini tidak hanya bertujuan untuk individu agar terhindar dai penyakit. Tetapi juga untuk anggota keluarga yang menderita sakit untuk dapat dibimbing dan merawat anggota keluarganya sakit baik menderita penyakit menular ataupun penyakit tidak menulai akibat pola hidup yang kurang baik. Merawat anggota keluarga yang sakit seperti pemilihan menu makan untuk kegiatan menyiapkan makanan, aktivitasi fisik positif yang tepat untuk merawat dan mencegah penyakit, dan kegiatan pemulihan pasca sakit agar dapat dilaksanakan tepat dan tidak mengulang rantai penyakit yang sama.

Sumber:

Menjembatani kesenjangan: pembiayaan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit di Indonesia, https://www.umy.ac.id/promosi-kesehatan-di-indonesia-kurang-maksimal