Jakarta, 13 Januari 2025 – AIAnews.id | Kritikal Jurnal
Judul Jurnal: The Rhetoric of Decolonizing Global Health Fails to Address the Reality of Settler Colonialism: Gaza as a Case in Point
Penulis: Eivind Engebretsen, Mona Baker
Sumber: International Journal of Health Policy and Management, Volume 13, 2024.
Ringkasan Isi Jurnal (Abstrak)
Jurnal ini mengkritik pendekatan retorika dalam dekolonisasi kesehatan global yang dianggap gagal menangani kenyataan kolonialisme pemukim, dengan fokus kasus Gaza. Penulis menyoroti kekurangan sistem kesehatan global yang lebih mementingkan reformasi simbolik daripada perubahan sistemik. Artikel ini menyerukan pemikiran ulang terhadap posisi institusi kesehatan global dalam sistem neoliberal dan sistem produksi pengetahuan yang mendukung kolonialisme. Artikel ini menggunakan situasi kesehatan di Gaza sebagai ilustrasi kegagalan pendekatan tersebut dalam mengatasi akar masalah kolonialisme pemukim. Penulis mengungkap bahwa banyak upaya dekolonisasi hanya bersifat simbolis, seperti diversifikasi kurikulum dan reformasi kecil, tanpa menyentuh sistem yang menopang kolonialisme dan kapitalisme global. Mereka berpendapat bahwa pendekatan ini sering mengabaikan konteks politik dan sejarah yang melatarbelakangi krisis kesehatan di wilayah seperti Gaza. Dalam kasus Gaza, kehancuran infrastruktur kesehatan dan pembunuhan tenaga medis akibat serangan Israel adalah bukti nyata bahwa institusi kesehatan global, seperti WHO, gagal memberikan respons yang memadai terhadap kolonialisme pemukim.
Jurnal ini menyerukan perlunya perubahan yang lebih radikal dalam kesehatan global, termasuk:
- Memahami keterkaitan antara kesehatan, kolonialisme, dan kapitalisme.
- Menggeser fokus dari reformasi simbolik ke tindakan nyata yang melibatkan korban kolonialisme, seperti Palestina.
- Mengubah cara produksi dan distribusi pengetahuan, yang selama ini didominasi institusi Global Utara, agar lebih menghormati dan mengintegrasikan perspektif lokal.
Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam jurnal tersebut adalah analisis kritis literatur. Penulis mengevaluasi pendekatan teoretis dan praktis dalam dekolonisasi kesehatan global melalui:
- Pendekatan Historis dan Politik: Menghubungkan teori dekolonisasi dengan konteks kolonialisme pemukim, terutama di Gaza.
- Studi Kasus Gaza: Menggunakan Gaza sebagai contoh konkret untuk menggambarkan kegagalan sistem kesehatan global dalam menghadapi kolonialisme pemukim.
- Penggunaan Data Kuantitatif dan Kualitatif: Memanfaatkan data statistik tentang kerusakan fasilitas kesehatan di Gaza, termasuk penghancuran rumah sakit, pembunuhan tenaga medis, dan dampak kolonialisme pemukim pada kesehatan masyarakat.
- Kritik terhadap Wacana Dekolonisasi: Menelaah literatur terkait dekolonisasi kesehatan global, menunjukkan pergeseran dari perubahan substantif menjadi tindakan simbolis atau reformasi terbatas.
Metode ini bersifat kualitatif dengan fokus pada interpretasi, kritik, dan penghubungan teori-teori dekolonisasi dengan realitas di lapangan. Penulis tidak melakukan eksperimen atau survei, tetapi mendasarkan analisisnya pada data sekunder dan referensi teoritis.
Temuan dan Analisis Data
Temuan:
- Kegagalan Retorika Dekolonisasi Kesehatan Global:
- Pendekatan dekolonisasi dalam kesehatan global sering kali hanya bersifat simbolis, seperti diversifikasi kurikulum atau reformasi kecil, tanpa menyentuh akar masalah seperti kolonialisme pemukim dan kapitalisme global.
- Dekolonisasi kesehatan global sering digunakan sebagai “fasad” untuk menghindari tantangan terhadap struktur kekuasaan yang ada.
- Krisis Kesehatan di Gaza:
- Gaza mengalami kehancuran sistematis pada infrastruktur kesehatannya akibat serangan Israel.
- Sejak Oktober 2023, setidaknya:
- 22 rumah sakit, 51 fasilitas kesehatan primer, dan 59 ambulans hancur.
- 565 tenaga medis tewas, termasuk 106 dokter.
- UNICEF melaporkan lebih dari 9.000 anak mengalami amputasi, banyak tanpa anestesi.
- Tidak ada satu pun rumah sakit yang sepenuhnya berfungsi di Gaza hingga Desember 2023.
- Ketidakmampuan Institusi Global:
- Organisasi seperti WHO gagal memberikan respons yang efektif terhadap krisis kesehatan di Gaza.
- WHO menghindari menyebut Israel secara eksplisit sebagai pelaku, menunjukkan keterbatasan dalam menantang sistem kolonial.
- Produksi Pengetahuan yang Bias:
- Sistem produksi pengetahuan kesehatan global didominasi oleh institusi di Global Utara, yang sering kali meminggirkan perspektif lokal, termasuk dari Palestina.
- Proses adaptasi “pengetahuan universal” untuk Global Selatan tidak memperhatikan konteks lokal dan kekuatan kolonial yang mendasarinya.
Analisis Data:
- Konteks Kolonialisme Pemukim:
- Krisis kesehatan di Gaza bukan hanya hasil konflik, tetapi bagian dari strategi kolonialisme pemukim yang menghancurkan kehidupan dan infrastruktur masyarakat Palestina.
- Pendekatan kolonial yang terfragmentasi dalam “kesehatan konflik” atau “kesehatan minoritas” mengaburkan tanggung jawab aktor utama.
- Dampak Sistemik:
- Data kuantitatif menunjukkan skala kehancuran fisik (rumah sakit, ambulans) dan korban jiwa, memperlihatkan dampak mendalam dari kolonialisme pemukim terhadap kesehatan masyarakat.
- Analisis ini menyoroti bahwa solusi simbolis atau reformasi tidak cukup untuk mengatasi krisis struktural ini.
- Kritik terhadap Pendekatan Global Utara:
- Dominasi Global Utara dalam pengembangan pengetahuan kesehatan global menyebabkan marjinalisasi suara lokal dan pemutusan hubungan antara teori dan kebutuhan nyata masyarakat terdampak.
Kontribusi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Artikel ini memperluas wacana dekolonisasi kesehatan global dengan:
- Memperjelas hubungan antara kolonialisme pemukim, politik, dan kesehatan global.
- Menyoroti pentingnya memadukan teori dekolonial dengan tindakan konkret.
- Mengusulkan pendekatan berbasis aksi yang mendekonstruksi infrastruktur kolonial dalam sistem kesehatan.
Kekuatan dan Kelemahan
- Kekuatan:
- Analisis mendalam yang mengintegrasikan politik global dan kolonialisme pemukim dengan kesehatan.
- Penyajian data kuantitatif dan historis yang mendukung argumen kritis.
- Pendekatan interdisipliner yang menggabungkan teori sosial, politik, dan kesehatan.
- Kelemahan:
- Fokus yang sangat spesifik pada Gaza mungkin menyulitkan penerapan temuan pada konteks global lainnya.
- Kurangnya penyajian solusi implementatif yang konkret untuk perubahan dalam skala besar.
Rekomendasi untuk Penelitian Selanjutnya
- Penelitian mendalam mengenai pendekatan aksi-pengetahuan untuk dekolonisasi kesehatan global di luar konteks Gaza.
- Studi komparatif untuk menganalisis pengaruh kolonialisme pemukim pada sistem kesehatan di wilayah lain.
- Mengembangkan mekanisme praktis untuk mengintegrasikan suara lokal ke dalam kebijakan kesehatan global.
Jurnal ini menyoroti kebutuhan akan pendekatan yang lebih radikal dan praktis dalam dekolonisasi kesehatan global, menjadikannya referensi penting untuk wacana akademik dan kebijakan.


